|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PSPS Pekanbaru menghadapi ujian penting dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Pegadaian Championship 2026/2027 Grup A.
Tim berjuluk Askar Bertuah itu akan menantang Persikad Depok pada pekan ketujuh kompetisi di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/10) pukul 15.30 WIB.
Laga diprediksi berlangsung sengit, karena mempertemukan dua tim penghuni papan atas klasemen.
PSPS yang kini memimpin persaingan dengan koleksi 15 poin akan berhadapan langsung dengan Persikad yang berada di peringkat kedua dengan selisih tiga poin.
Bagi PSPS, pertandingan tersebut bukan sekadar upaya mempertahankan posisi teratas. Kemenangan akan memperkokoh dominasi Askar Bertuah di Grup A sekaligus memperpanjang catatan impresif mereka menjadi enam kemenangan beruntun.
PSPS datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih lima pertandingan terakhir dengan kemenangan.
Catatan itu menjadikan tim kebanggaan masyarakat Pekanbaru tersebut sebagai satu-satunya tim yang mampu membukukan lima kemenangan hingga pekan keenam kompetisi.
Meski memiliki modal positif, Pelatih PSPS Pekanbaru Akhyar Ilyas mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan pencapaian tersebut.
Menurutnya, perjalanan kompetisi masih panjang sehingga konsistensi, kerja keras, dan sikap rendah hati harus tetap menjadi pegangan tim.
"Pemain harus tetap rendah hati, kerja keras, kita natural saja, step by step dan menargetkan yang terbaik di setiap pertandingan," kata Akhyar Ilyas, Kamis (22/10).
Akhyar Ilyas menegaskan memilih menjaga fokus pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, termasuk menghadapi Persikad yang berpotensi menjadi penghambat laju kemenangan mereka.
Apalagi, Persikad memiliki motivasi tersendiri untuk merebut tiga poin di hadapan pendukungnya.
Tambahan kemenangan akan membuka peluang bagi tim berjuluk Serigala Margonda tersebut menyamai perolehan poin PSPS, sekaligus membuat persaingan di papan atas semakin ketat.*