|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau terus memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai paguyuban masyarakat yang ada di Provinsi Riau. Kali ini, kunjungan dilakukan kepada paguyuban masyarakat asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Pertemuan berlangsung di Gedung Serbaguna Sakti Alam Kerinci, Jalan Merak, Pekanbaru, yang merupakan sekretariat Himpunan Kerukunan Kerinci Nasional (HKKN), Selasa (13/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bakesbangpol Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP., M.Si., beserta jajaran. Turut hadir Sekretaris FPK Riau, Jailani, Bendahara FPK Riau, Syarial, MAP, sejumlah wakil ketua, serta jajaran pengurus FPK Provinsi Riau.
Sementara itu, dari pihak tuan rumah hadir Ketua HKKN, AKBP (Purn) Sukman, Penasehat Paguyuban Sumbagsel, Irjen Pol (Purn) Hermansyah, SH., MH., Ketua Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ), Dr. Edy Asnawi, perwakilan Ikatan Keluarga Sumatera Selatan (IKSS), Ketua Ikatan Keluarga Masyarakat Bengkulu (IKMB), Sudirman, Ketua Persatuan Masyarakat Lampung Riau (Permas Lampri), Sunaryo, pengurus Ikatan Keluarga Bangka Belitung (IKa Babel), Ketua Pemuda Sriwijaya Riau (PSR), Misrawansyah, SP., pengurus Ikaminsel, serta sejumlah tokoh paguyuban lainnya.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam suasana kekeluargaan tersebut, masing-masing pihak berdiskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat pembauran kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.
Indonesia yang terdiri atas beragam suku, bahasa, budaya, dan wilayah membutuhkan semangat kebersamaan agar perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketua HKKN, AKBP (Purn) Sukman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kepala Bakesbangpol Provinsi Riau beserta
jajaran pengurus FPK Riau.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dan FPK terhadap keberadaan paguyuban-paguyuban masyarakat di Provinsi Riau, khususnya yang berasal dari wilayah Sumbagsel.
"Sumbagsel itu mencakup Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Kami dipersatukan oleh bahasa yang hampir sama," ungkapnya.
Senada dengan itu, Penasehat Paguyuban Sumbagsel, Irjen Pol (Purn) Hermansyah, SH., MH., mengatakan bahwa silaturahmi antar-paguyuban asal Sumbagsel selama ini telah rutin dilaksanakan.
Menurutnya, keberadaan paguyuban memiliki peran penting sebagai wadah pemersatu masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan.
"Paguyuban ini menjadi pemersatu nilai-nilai kebangsaan. Kita yang terdiri dari 17 ribu pulau, multietnis, dan multibahasa akan disatukan oleh NKRI melalui paguyuban," katanya.
Sementara itu, Sekretaris FPK Riau, Jailani, menjelaskan bahwa kunjungan ke berbagai paguyuban merupakan salah satu program Bakesbangpol dan FPK Riau untuk membangun komunikasi serta mempererat hubungan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 83 paguyuban yang tergabung dalam FPK Provinsi Riau.
Keberadaan paguyuban tersebut menjadi ruang untuk saling mengenal, memahami, menghargai, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan.
"Melalui silaturahmi ini, kita ingin lebih dekat dengan paguyuban-paguyuban. Saat ini sekitar 83 paguyuban bergabung di FPK Riau. Kita berharap seluruh paguyuban dapat terus saling memahami dan bersatu di tengah keberagaman," ujarnya.
Kepala Bakesbangpol Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP., M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman, baik dari sisi budaya, etnis, maupun bahasa.
Menurutnya, keberagaman merupakan anugerah yang harus dijaga. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan juga berpotensi menimbulkan perpecahan. Karena itu, diperlukan komunikasi, toleransi, dan semangat kebersamaan agar keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
"Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegas Boby.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, Bakesbangpol dan FPK Riau berharap hubungan antarpaguyuban semakin erat. Selain memperkuat komunikasi, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa pembauran kebangsaan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, keberagaman yang dimiliki masyarakat Riau diharapkan terus menjadi modal sosial untuk menjaga keharmonisan, memperkokoh persatuan, serta merawat keutuhan NKRI.*