|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Maitreyawira menggelar Sidang Senat Terbuka Dies Natalis XVIII dan Wisuda Sarjana XII di Fortunate Convention Hall Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Pekanbaru, Sabtu (07/11/26). STAB Maitreyawira meluluskan 36 wisudawan dari Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha serta Program Studi Bisnis dan Manajemen Buddha.
Dihadiri Sekretaris Jenderal Ditjen Bimas Buddha, Dr. Triroso, S.Ag., S.Pd., MM., M.Pd. Turut hadir Ketua Wilayah IV Mapanbumi, Maha Pandita Anna Monita, Ketua Pembina Yayasan Prajnamitra Maitreya Maha Pandita Wijanto, dan Para Pandita Maitreya Riau.
Acara diawali dengan tarian persembahan 'Sekapur Sirih' oleh peserta didik Sekolah Metta Maitreya Pekanbaru. Pembukaan Sidang Terbuka oleh Ketua Senat Hosan, S.Sos., M.M. Dilanjutkan pembacaan doa pemberkahan oleh Mariani, S.Pd dan sambutan Ketua STAB Maitreyawira, Dr. Rida Jelita, S.H., M.H. yang mengingatkan kembali kepada Wisudawan Visi STAB
Rida Jelita mengharapkan lulusan yang berjiwa dan berkarya kasih, menekankan tentang pentingnya praktik kasih. Sehingga wisudawan yang telah mencapai prestasi dapat berlanjut dan berkarya kasih untuk bangsa dan negara, mengharumkan nama keluarga dan almamater. "Jadilah alumni yang berani menerima tantangan masa depan dan melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi (Magister dan Doktor)," ujarnya.
Dikatakannya, wisuda menjadi momentum istimewa dengan hadirnya lulusan perdana dari Program Studi Bisnis dan Manajemen Buddha, sebagai wujud pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan STAB Maitreyawira. Pencapaian diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kompeten, berintegritas, serta mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan sesuai bidang keahliannya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ditjen Bimas Buddha, Dr. Triroso, S.Ag., S.Pd., MM., M.Pd. menyampaikan perlu kolaborasi STAB Maitreyawira dengan berbagai perguruan tinggi dan sektor untuk melahirkan SDM yang unggul. Ia berpesan agar alumni dapat menjawab beragam tantangan yang ada dihadapan.
"Kita sepakat bahwa hanya lewat pendidikan yang berkualitas dengan ditambah kompetensi dan skill yang kreatif, cerdas, dan inovatif itulah yang akan mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi yang hari ini sangat cepat dan begitu modern, bahkan kadang-kadang kita tertinggal oleh perkembangan itu semua," ungkapnya.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat sendirian, perlu bersinergi dan berkolaborasi antar perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional, termasuk dengan sektor yang ada, baik itu pemerintah, dunia usaha, dunia industri, masyarakat, dan lingkungan, sehingga harapan luaran (outcome) terbaru yang berkualitas dapat diwujudkan.
Selain itu, alumni dapat melanjutkan pendidikan ke level lebih tinggi untuk terus mengabdi dan peduli kepada lingkungan, negara, dan bangsa. Saat ini program kuliah Doktoral (S3) masih terbuka untuk diperebutkan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB).
Orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Afrianto Daud, M.Ed., profesor sekaligus Guru Besar bidang English Teacher Education di FKIP Universitas Riau, mengangkat tema “Harmonizing Conscience and Digital Transformation to Shape a Brighter Future”.
Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan perkembangan transformasi digital dengan nilai-nilai moral, integritas, dan hati nurani dalam menghadapi tantangan zaman. Beliau juga mendorong para wisudawan dan wisudawati untuk terus mengembangkan kompetensi, meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, serta beradaptasi terhadap perubahan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan demikian, para lulusan diharapkan mampu bersaing secara kompetitif, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.*