Minggu | 20 Oktober 2019
Lions Club Operasi Gratis 88 Penderita Katarak
Organisasi dunia yang konsen terhadap pengabdian kemanusian, Lions Club (LC).


Minggu | 20 Oktober 2019
IKPTB Berhasil Kumpulkan 240 Kantong Darah
Ikatan Keluarga Persaudaraan Tionghoa Bengkalis (IKPTB) mengadakan kegiatan.


Kamis | 17 Oktober 2019
Perayaan Hari Raya Kathina Dana dan Hari Besar Bodhisatva Mahasthamaprapta
Persamuan Umat Buddha (PUB) Bodhisatva Mahasthamaprapta Pekanbaru Jalan.

Rubrik : hukum
Bupati Diciduk KPK, Warganya Gelar Syukuran
Editor : putrajaya | Penulis: Red
Senin , 07 Oktober 2019
Sejumlah warga membawa seekor kambing untuk dipotong di halaman Pemkab Lampura sebagai ungkapan rasa syukur atas ditangkapnya Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara. [Foto. harianmomentum]

BANDAR LAMPUNG - Sejumlah warga di Lampung Utara mengaku bersyukur Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (6/10) malam. Selama ini, Agung dinilai masyarakat daerah itu tidak merakyat.
 
Berdasarkan keterangan warga, kekecewaan warga atas kepemimpinan Bupati Agung Ilmu terjadi sejak menjabat lima tahun terakhir. Mobil yang membawa Agung menuju gedung KPK di Jakarta, pun mendapat sorak-sorak gembira dari warga malam itu.

“Agung getah basah (pelit).. Agung getah basah/ (pelit)....” teriak warga dalam mobil berkeliling kota.

Tak hanya itu, pada Senin (7/10), sejumlah warga di Kotabumi menggelar syukuran dengan memotong tiga kambing dan seekor kerbau. Kambing yang telah dikuliti dagingnya di tempel di sebuah mobil warga, lalu diarak keliling kota kabupaten, tanda kegembiraan warga atas penangkapan oleh KPK.

Perwakilan masyarakat yang menyembelih kambing, Andi Fernanda, mengaku pemotongan kambing itu sebagai ungkapan gembira atas ditangkapnya bupati mereka, Agung.

Dia juga menampaikan terima kasih sekaligus memuji lembata antirasuah, KPK, yang telah menangkap Bupati Agung bersama beberapa jajarannya dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Menurut dia, penyembelihan seekor kambing di halaman pemkab itu, hanya simbolis. Karena sebenarnya jumlah kambing yang akan disembelih ada tujuh ekor.

Warga itu mengaku gembira karena pemerintahan Lampura dibawah kepemimpinan Agung dinilai tidak menunjukkan sebagai pemimpin yang mengayomi masyarakat.

Selama proses pemotongan kambing di halamam Pemkab Lampura, tampak sejumlah aparat Kepolisian dan Polisi Pamong Praja ikut menyaksikan

Sementara itu, Iwan, warga Kotabumi, Lampung Utara, kepemimpinan Agung sebagai bupati tidak mampu mengayomi warganya. Warga tidak peduli dan prihatin dengan Agung atas apa yang dialami Agung saat ditangkap KPK.  “Justru warga bergembira,” kata Iwan.

Ia mengatakan, kepemimpinan bupati Agung selama ini dinilai tidak merakyat. Rakyat yang berada di kabupaten merasa tidak ada perhatian dari bupati atas kepentingan rakyat.

Tak hanya rakyat, seorang kontraktor di Bandar Lampung juga menilai kepemimpinan Agung selama menjabat bupati berbeda dengan pemimpin sebelumnya. Bahkan, kontraktor yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, menyesali tindakan bupati yang tidak memperhatinkan kepentingan rakyat.

Agung Ilmu Mangkungara menjabat bupati lima tahun terakhir. Ia  pun terpilih lagi untuk masa jabatan kedua. Agung adalah anak kandung Tamanuri, yang juga pernah menjabat Bupati Waykanan. Saat ini, Tamanuri terpilih lagi menjadi anggota DPR-RI dari Partai Nasdem. (Ap)


Sumber:kumparan




Berita Lainnya