Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : kuansing
Madu Kelulut Siap Jadi Alternatif Mata Pencaharian Warga Kuansing
Editor : wisly | Penulis: rls
Jumat , 25 Oktober 2019
Para peserta belajar bagaimana beternak hingga memanen madu kelulut di Kampung Lalang, Sungai Apit, Siak.

SIAK  - Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak telah terkenal dengan Madu Kelulut yang memiliki potensi meningkatkan ekonomi warga. Artinya, madu kelulut ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan sangat menjanjikan.

Dua desa dari Kabupaten Kuantan Singingi yakni Desa Gunung Melintang, Kecamatan Kuantan Hilir dan Desa Rambahan, Kecamatan Logas Tanah Darat belajar langsung kepada warga Desa Sungai Apit, Juanda dan Candra yang telah menjadi peternak lebah kelulut yang sukses.

Satu dari banyak faktor yang menjadi motivasi dua desa ini untuk belajar bagaimana beternak lebah kelulut adalah faktor ekonomi. Ali Nasri SPd, Kepala Desa Rambahan ingin warganya tidak hanya mengandalkan penghasilan dari karet dan sawit.

"Madu sudah kami konsumsi sejak nenek moyang, ada madu dari lebah Pohon Sialang dan lebah kelulut. Tapi, kami belum tahu bagaimana membudidayakan lebah kelulut ini. Orang dari  TNTN (Taman Nasional Teso Nilo-red) mengarahkan kami ke ke mitra bina PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper-red), pak Juanda dan Candra," tuturnya.

Senada dengan Ali, Hamza Harianto, Kepala Desa Gunung Melintang ingin beternak lebah kelulut agar madunya bisa dijual. Mendengar cerita sukses dari Juanda dan Candra, ia pun ingin ada warga desanya juga sukses seperti mereka.

"Supaya ada komoditi lain yang dikembangkan dan ada pilihan mata pencaharian baru warga kami," ujar kepala Desa yang memimpin 330 KK ini.

Camat Sungai Apit Wahyudi SSTP sangat bangga karena daerahnya menjadi tempat belajar warga dari kabupaten lain. Hal ini membuktikan bahwa lebah kelulut sudah menjadi komoditi unggul di desanya.

"Ini juga berkat peran dari pemerintah Kabupaten Siak dan RAPP yang memberikan dukungan kepada warga kami. Saat ini sudah banyak warga yang mulai beternak lebah kelulut. Semoga bisa menginspirasi pihak lain," tuturnya.

Studi banding ini merupakan inisiasi dari pihak Balai TNTN. Kepala Sesi TNTN Wilayah II Baserah, Ibram Eddy Chandra berkomitmen mengembangkan madu dari lebah kelulut pada dua desa ini. Lewat internet, ia mencari terkait informasi madu kelulut.

"Saya menemukan RAPP telah membina petani kelulut di Kampung Lalang, Siak. Kemudian saya berkomunikasi dengan pihak RAPP yang ada di estate Baserah untuk mengarahkan kami ke Pak Juanda dan Candra," tuturnya.*




Berita Lainnya