Sabtu | 25 Januari 2020
Tahun Tikus Logam, Kesempatan Untuk Bekerja Lebih Tekun
Tahun baru Imlek akan dirayakan pada hari ini. Berdasarkan kalender Lunar,.


Sabtu | 25 Januari 2020
Gala Dinner Imlek di Hotel Furaya Meriah
Gala dinner Imlek di Lancang Kuning balroom Hotel Furaya, Jumat malam (24/1).


Jumat | 24 Januari 2020
Malam Ini, Detik-detik Imlek di Jalan Karet
Sebentar lagi Tahun Baru Imlek 2571 akan datang dan dirayakan warga Tionghoa di.

Rubrik : politik
Mentri Agama, Fachrul Razi Jangan Bikin Gaduh
Editor : putrajaya | Penulis: Arif Satrio Nugroho
Kamis , 31 Oktober 2019
ASN Pemprov Riau. [Int]

JAKARTA - Wacana Menteri Agama untuk melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang saat masuk ke kantor pemerintah dianggap bisa membikin gaduh dan menyakit perasaan umat Islam. Ketua DPP PAN Yandri Susanto menilai, labelisasi radikal atas simbol tertentu adalah pernyataan yang tidak produktif.

Yandri mengatakan PAN tidak setuju kalau radikal ditujukan kepada komunitas tertentu atau agama tertentu. Pernyataan menag seolah level radikalisme umat Islam disimbolisasi lewat orang rajin shalat yang bercelana cingkrang atau bercadar.

"Itu juga menyakitkan bagi, ya, tentu umat Islam. Menurut saya itu tidak produktif mengeluarkan pernyataan seperti itu," ujar Yandri di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Kamis (31/10).

Yandri meminta pemerintah secara jelas mendefinisikan makna radikal yang belakangan ini kerap didengungkan. Yandri mengaku khawatir, labelisasi radikalisme ini justru memicu konflik horizontal jika pemerintah tak menjelaskan secara rinci siapa pihak yang dimaksud radikal. "Bisa main hakim sendiri," kata dia.

Menurut dia, menerangkan orang yang melihat orang bercadar atau bercelana cingkrang maka rakyat bisa melakukan tindakan anarkis main hakim sendiri. "Makanya, radikal harus dijelaskan detail apa yg dimaksud radikal dan kami juga nggak setuku kalau radikal ini ditujukan ke komunitas atau agama tertentu," ujar ketua Komisi Agama di DPR RI tersebut.

Dia meminta Fachrul tak mencampuri urusan berpakaian warga negara, dan sebaiknya fokus dalam menjaga kenyamaman dan kemanan beragama seluruh warga Indonesia, sesuai dengan tugas Kementerian Agama.

"Tidak usah yang aneh-aneh ngomongnya. Jadi fokus saja misalnya masalah haji bagaimana, masalah umat ini bagaimana semuanya di Indonesia supaya rukun jangan ngurusin, orang celana cingkrang, kemudian cadar itu kan masalah pribadi," ujar Yandri menegaskan. (ap)

sumber: republika.co.id




Berita Lainnya