3 Rabiul Awwal 1442 H / Selasa, 20 Oktober 2020
Permintaan Pijat tak Dipenuhi
Suami di Pekanbaru Tega Bacok Kepala Istri Pakai Sabit
hukum | Senin, 4 November 2019
Editor : wisly | Penulis : Linda
DIBACOK - Lusi Handayani, korban kekerasan dalam rumah tangga, saat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Kartini, Pekanbaru, Minggu (3/11) malam. (lda)

PEKANBARU -  Radiusman alias Buyung (37), warga Jalan Lintas Timur, Kilometer 13, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, tega membacok kepala istrinya dengan sabit. Setelah itu, Buyung menyerahkan diri ke polisi.

Korban adalah Lusi Handayani (29). Ada empat luka bacok di kepala ibu dua orang anak ini. Dia dibacok karena menolak permintaan suaminya yang ingin dipijat.

"Saat ini, korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Kapolsek Tenayan Raya, Kompol M Hanafi, melalui Kanit Reskrim,  Iptu Efrin J Manulang, Senin (4/11).

Efrin mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada  Minggu (3/11) sekitar pukul 18.30 WIB. Selain emosi tak dipijat, pelaku juga mencurigai korban berselingkuh dengan pria lain. "Saat cekcok, korban menolak permintaan pelaku dengan tangan mengarah ke kepala pelaku,"  kata Efrin.

Buyung yang  emosi mengambil sabit dari dalam mobilnya. Dengan membabi buta, dia membacok kepala istrinya hingga darah bercucuran.

Usai menganiaya korban, Buyung pergi dari rumah dan setengah jam kemudian mendatangi Mapolsek Tenayan Raya untuk menyerahkan diri. Sementara korban dilarikan warga ke Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Kartini, Pekanbaru.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 44 Undang-undang Ri Nomor 23 Tahun 2004 tentang  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ancamannya 10 tahun penjara.

Adik korban, Rizki, yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara mengaku, kakaknya mengalami luka cukup parah.  "Saya lihat ada luka di kepala, luka di tangan, pelipis kiri robek. Kata dokter bisa buta," kata Rizki.

Menurut Rizki, pelaku merupakan suami kedua kakaknya. Mereka telah enam tahun menikah. Dari penikahan pertama, korban memiliki dua orang anak laki-laki berusia 11 tahun dan 8 tahun.

Selama hidup berumah tangga, Buyung ternyata beberapa kali melakukan kekerasan rumah tangga terhadap istrinya.
Pelaku bahkan pernah dua kali mencekik korban tapi masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan dengan mediasi Ketua RW dan RT. 

"Dia memang suka naik (emosi). Sebelum dibacok, kepala kakak saya juga diantukkan ke dinding," kata Rizki.

Rizki menduga cekcok yang terjadi di rumah tangga kakaknya karena ekonomi. Selama ini, korban bekerja sebagai pemilih barang di penampungan barang bekas sedangkan pelaku berprofesi sebagai sopir truk.

Kasubbid Yanmen Bid Dokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto, membenarkan kalau korban menderita luka di kepala dan tangan. "Korban  mengalami  beberapa luka di kepala," ucap Supriyanto.

Supriyanto menyebutkan, sudah konsultasi dengan dokter spesialis untuk tindak lanjut penanganan terhadap korban. "Korban dioperasi," kata Supriyanto. *




Artikel Terbaru
nasional, Jumat, 9 Oktober 2020
Menjalankan protokol kesehatan, tidak saja bisa mencegah penularan.

politik, Selasa, 13 Oktober 2020
Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Hingga Senin.

nasional, Kamis, 15 Oktober 2020
Salah satu upaya yang dilakukan Gubernur Riau, H Syamsuar untuk.

nasional, Jumat, 16 Oktober 2020
Kota Pekanbaru menempati urutan teratas dalam kesembuhan Covid-19 di.

hukum, Selasa, 20 Oktober 2020
FPK Provinsi Riau makan bersama dengan Wakapolda.

nasional, Sabtu, 17 Oktober 2020
Jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Riau terus meningkat. Tim Satgas.

etalase, Selasa, 20 Oktober 2020
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

etalase, Selasa, 20 Oktober 2020
Harian Pagi Metro Riau menerapkan protokol ketat selama Pandemi Covid.

nasional, Selasa, 20 Oktober 2020
Pelaksana tugas Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan.

pekanbaru, Senin, 19 Oktober 2020
Hari ini,  Senin (19/10) terdapat penambahan pasien yang sembuh.

Otomotif
Senin , 19 Oktober 2020