9 Rabiul Akhir 1442 H / Rabu, 25 November 2020
Permintaan Pijat tak Dipenuhi
Suami di Pekanbaru Tega Bacok Kepala Istri Pakai Sabit
hukum | Senin, 4 November 2019
Editor : wisly | Penulis : Linda
DIBACOK - Lusi Handayani, korban kekerasan dalam rumah tangga, saat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Kartini, Pekanbaru, Minggu (3/11) malam. (lda)

PEKANBARU -  Radiusman alias Buyung (37), warga Jalan Lintas Timur, Kilometer 13, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, tega membacok kepala istrinya dengan sabit. Setelah itu, Buyung menyerahkan diri ke polisi.

Korban adalah Lusi Handayani (29). Ada empat luka bacok di kepala ibu dua orang anak ini. Dia dibacok karena menolak permintaan suaminya yang ingin dipijat.

"Saat ini, korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Kapolsek Tenayan Raya, Kompol M Hanafi, melalui Kanit Reskrim,  Iptu Efrin J Manulang, Senin (4/11).

Efrin mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada  Minggu (3/11) sekitar pukul 18.30 WIB. Selain emosi tak dipijat, pelaku juga mencurigai korban berselingkuh dengan pria lain. "Saat cekcok, korban menolak permintaan pelaku dengan tangan mengarah ke kepala pelaku,"  kata Efrin.

Buyung yang  emosi mengambil sabit dari dalam mobilnya. Dengan membabi buta, dia membacok kepala istrinya hingga darah bercucuran.

Usai menganiaya korban, Buyung pergi dari rumah dan setengah jam kemudian mendatangi Mapolsek Tenayan Raya untuk menyerahkan diri. Sementara korban dilarikan warga ke Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Kartini, Pekanbaru.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 44 Undang-undang Ri Nomor 23 Tahun 2004 tentang  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ancamannya 10 tahun penjara.

Adik korban, Rizki, yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara mengaku, kakaknya mengalami luka cukup parah.  "Saya lihat ada luka di kepala, luka di tangan, pelipis kiri robek. Kata dokter bisa buta," kata Rizki.

Menurut Rizki, pelaku merupakan suami kedua kakaknya. Mereka telah enam tahun menikah. Dari penikahan pertama, korban memiliki dua orang anak laki-laki berusia 11 tahun dan 8 tahun.

Selama hidup berumah tangga, Buyung ternyata beberapa kali melakukan kekerasan rumah tangga terhadap istrinya.
Pelaku bahkan pernah dua kali mencekik korban tapi masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan dengan mediasi Ketua RW dan RT. 

"Dia memang suka naik (emosi). Sebelum dibacok, kepala kakak saya juga diantukkan ke dinding," kata Rizki.

Rizki menduga cekcok yang terjadi di rumah tangga kakaknya karena ekonomi. Selama ini, korban bekerja sebagai pemilih barang di penampungan barang bekas sedangkan pelaku berprofesi sebagai sopir truk.

Kasubbid Yanmen Bid Dokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto, membenarkan kalau korban menderita luka di kepala dan tangan. "Korban  mengalami  beberapa luka di kepala," ucap Supriyanto.

Supriyanto menyebutkan, sudah konsultasi dengan dokter spesialis untuk tindak lanjut penanganan terhadap korban. "Korban dioperasi," kata Supriyanto. *




Artikel Terbaru
pekanbaru, Rabu, 25 November 2020
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.

sportainment, Rabu, 25 November 2020
Tiket babak 16 besar Liga Champions sudah dikantongi oleh empat tim..

siak, Rabu, 25 November 2020
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Siak.

pelalawan, Rabu, 25 November 2020
Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan, Selasa.

pekanbaru, Rabu, 25 November 2020
Kasus Covid-19 di Riau masih terus bertambah, kali ini terdapat.

etalase, Rabu, 25 November 2020
Alumni SM N 3 Pekanbaru, Angkatan 1987 mengadakan Silaturahmi &.

etalase, Selasa, 24 November 2020
Kegiatan Riau Camp 2020 yang ditaja secara bersama oleh berbagai.

potensa, Rabu, 25 November 2020
Telkomsel sebagai digital telecommunication company paling Indonesia.

politik, Rabu, 25 November 2020
Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) melalui Badan.

nasional, Rabu, 25 November 2020
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memprediksi masa libur panjang akhir.

Otomotif