3 Rabiul Awwal 1442 H / Selasa, 20 Oktober 2020
Operasi Yustisi Hari Kedua
Tim Gabungan Jaring 28 Orang dan Temukan Anak Dibawah Umur Ngamar di Hotel
dumai | Rabu, 6 November 2019
Editor : wisly | Penulis : Bambang
RAZIA - Tim Yustisi menggelar razia KTP di kos-kosan dan penginapan yang ada di Kota Dumai, hari kedua, Selasa (5/11). (bam)

DUMAI - Operasi Yustisi terus digelar hingga Kamis (7/11). Setelah berhasil menjaring 22 orang di hari pertama, Senin (4/11) kemarin, dan hari kedua, Selasa (5/11), tim yustisi kembali menjaring 28 orang.

Operasi yustisi dipimpin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dumai, RH Bambang Wardoyo SH, bersama puluhan tim gabungan, TNI, Polri, petugas Capil, dan instansi terkait lainnya.

Dihari kedua operasi yustisi menyasar Wisma D'nusantara, kosan mewah Jalan Merdeka, kosan babe gang Duku, Hotel Aira Jalan Cempadak, dan Wisma kurnia Jalan Cempedak.

Saat menyusuri hotel Aira di Jalan Cempedak, Tim Yustisi mendapati anak perempuan diduga masih di bawah umur ngamar bersama seorang pria. 

"Dia mengaku datang dari Kota Pekanbaru, saat terjaring razia pria yang diduga semalam bersamanya sudah tidak ada di hotel, hanya ada seorang perempuan yang mengaku sebagai temannya," ujar Kepala Satpol PP Dumai, RH Bambang Wardoyo SH, Rabu (6/11).

Mendapati anak yang diduga masih di bawah umur tersebut, tim yustisi langsung meminta identitas anak tersebut, dan dia tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Karena tak memiliki identitas, anak yang diduga masih di bawah umur tersebut dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diproses lebih lanjut," kata Bambang Wardoyo. 

Sebelumnya, tim yustisi menyusuri Wisma D'nusantara, kosan mewah Jalan Merdeka, kosan babe gang Duku, dan Wisma Kurnia Jalan Cempedak.

Bambang Wardoyo menjelaskan, kegiatan ini untuk menjaring masyarakat yang tidak membawa atau belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Operasi yustisi dilakukan Satpol PP bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Dumai dan melibatkan aparat Polri, TNI, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Dumai, digelar mulai Senin (4/11) hingga Kamis (7/11).

Lebih lanjut dijelaskanya, operasi dilakukan untuk tertib administrasi. Karena Dumai juga merupakan kota yang berbatasan dengan negera tetangga dan kerap dijadikan kota transit. Operasi ini juga untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Dumai Nomor 6 Tahun 2007, tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Bambang mengingatkan, bagi warga yang ingin bepergian jangan lupa membawa identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Mereka yang terjaring akan dikenakan sidang ditempat dan wajib membayar denda sesuai ketentuan yang berlaku," sebutnya lagi.

Dia berharap, melalui kegiatan ini masyarakat bisa sadar bahwa pentingnya mempunyai KTP serta membawanya kemana pun pergi.

"Tujuan kita adalah untuk menyadarkan masyarakat bahwa KTP itu perlu dan dibawa saat bepergian, sebagai tanda pengenal," tutupnya.*




Artikel Terbaru
etalase, Selasa, 20 Oktober 2020
Ketua KPU Provinsi Riau Ilham M Yasir sembuh dari Covid 19. Dia.

nasional, Jumat, 9 Oktober 2020
Menjalankan protokol kesehatan, tidak saja bisa mencegah penularan.

politik, Selasa, 13 Oktober 2020
Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Hingga Senin.

nasional, Kamis, 15 Oktober 2020
Salah satu upaya yang dilakukan Gubernur Riau, H Syamsuar untuk.

nasional, Jumat, 16 Oktober 2020
Kota Pekanbaru menempati urutan teratas dalam kesembuhan Covid-19 di.

hukum, Selasa, 20 Oktober 2020
FPK Provinsi Riau makan bersama dengan Wakapolda.

nasional, Sabtu, 17 Oktober 2020
Jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Riau terus meningkat. Tim Satgas.

etalase, Selasa, 20 Oktober 2020
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

etalase, Selasa, 20 Oktober 2020
Harian Pagi Metro Riau menerapkan protokol ketat selama Pandemi Covid.

nasional, Selasa, 20 Oktober 2020
Pelaksana tugas Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan.

Otomotif
Senin , 19 Oktober 2020