25 Zulhijjah 1441 H / Sabtu, 15 Agustus 2020
Operasi Yustisi Hari Kedua
Tim Gabungan Jaring 28 Orang dan Temukan Anak Dibawah Umur Ngamar di Hotel
dumai | Rabu, 6 November 2019
Editor : wisly | Penulis : Bambang
RAZIA - Tim Yustisi menggelar razia KTP di kos-kosan dan penginapan yang ada di Kota Dumai, hari kedua, Selasa (5/11). (bam)

DUMAI - Operasi Yustisi terus digelar hingga Kamis (7/11). Setelah berhasil menjaring 22 orang di hari pertama, Senin (4/11) kemarin, dan hari kedua, Selasa (5/11), tim yustisi kembali menjaring 28 orang.

Operasi yustisi dipimpin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dumai, RH Bambang Wardoyo SH, bersama puluhan tim gabungan, TNI, Polri, petugas Capil, dan instansi terkait lainnya.

Dihari kedua operasi yustisi menyasar Wisma D'nusantara, kosan mewah Jalan Merdeka, kosan babe gang Duku, Hotel Aira Jalan Cempadak, dan Wisma kurnia Jalan Cempedak.

Saat menyusuri hotel Aira di Jalan Cempedak, Tim Yustisi mendapati anak perempuan diduga masih di bawah umur ngamar bersama seorang pria. 

"Dia mengaku datang dari Kota Pekanbaru, saat terjaring razia pria yang diduga semalam bersamanya sudah tidak ada di hotel, hanya ada seorang perempuan yang mengaku sebagai temannya," ujar Kepala Satpol PP Dumai, RH Bambang Wardoyo SH, Rabu (6/11).

Mendapati anak yang diduga masih di bawah umur tersebut, tim yustisi langsung meminta identitas anak tersebut, dan dia tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Karena tak memiliki identitas, anak yang diduga masih di bawah umur tersebut dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diproses lebih lanjut," kata Bambang Wardoyo. 

Sebelumnya, tim yustisi menyusuri Wisma D'nusantara, kosan mewah Jalan Merdeka, kosan babe gang Duku, dan Wisma Kurnia Jalan Cempedak.

Bambang Wardoyo menjelaskan, kegiatan ini untuk menjaring masyarakat yang tidak membawa atau belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Operasi yustisi dilakukan Satpol PP bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Dumai dan melibatkan aparat Polri, TNI, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Dumai, digelar mulai Senin (4/11) hingga Kamis (7/11).

Lebih lanjut dijelaskanya, operasi dilakukan untuk tertib administrasi. Karena Dumai juga merupakan kota yang berbatasan dengan negera tetangga dan kerap dijadikan kota transit. Operasi ini juga untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Dumai Nomor 6 Tahun 2007, tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Bambang mengingatkan, bagi warga yang ingin bepergian jangan lupa membawa identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Mereka yang terjaring akan dikenakan sidang ditempat dan wajib membayar denda sesuai ketentuan yang berlaku," sebutnya lagi.

Dia berharap, melalui kegiatan ini masyarakat bisa sadar bahwa pentingnya mempunyai KTP serta membawanya kemana pun pergi.

"Tujuan kita adalah untuk menyadarkan masyarakat bahwa KTP itu perlu dan dibawa saat bepergian, sebagai tanda pengenal," tutupnya.*




Artikel Terbaru
nasional, Sabtu, 15 Agustus 2020
Pemerintah mengalokasikan subsidi energi mencapai Rp108,07 triliun.

dunia, Sabtu, 15 Agustus 2020
Pemerintah China turut mengomentari kesepakatan normalisasi hubungan.

pekanbaru, Sabtu, 15 Agustus 2020
Mengingat tanggal 17 Agustus tinggal beberapa hari lagi, dan situasi.

huawen, Sabtu, 15 Agustus 2020
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru,.

sportainment, Sabtu, 15 Agustus 2020
Bayern Munich melenggang ke semifinal Liga Champions. Robert.

meranti, Jumat, 14 Agustus 2020
Dalam rangka memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kepulauan.

nasional, Jumat, 14 Agustus 2020
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalokasikan dana sebesar Rp48,8.

pekanbaru, Jumat, 14 Agustus 2020
Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 Riau bertambah 29 kasus baru..

pekanbaru, Jumat, 14 Agustus 2020
Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop.

nasional, Jumat, 14 Agustus 2020
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang.

Otomotif
Kamis , 06 Agustus 2020