Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Pekanbaru Sukses Gelar KOCI ke-2
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, belum lama.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Riau Nobar Film Susi Susanti Love All
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar Nonton Bareng.

Rubrik : meranti
Warga Manggis Desa Bokor Butuh Jembatan Penyeberangan
Editor : wisly | Penulis: Ali
Rabu , 06 November 2019
SEBERANGI SUNGAI - Siswa Dusun Manggis, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, menyeberangi sungai dengan sampan untuk pergi ke sekolah. (ali)

SELATPANJANG - Warga Dusun Manggis atau lebih dikenal dengan Tanah Kuning yang berada di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, mendambakan adanya pembangunan jembatan penyeberangan. Pasalnya, salah satu transportasi menuju daerah itu masih menggunakan sampan.

"Warga Dusun Manggis sangat membutuhkan adanya jembatan penyeberangan, karena mereka sangat bersusah payah menyeberangi sungai untuk berpergian, baik ke Bokor maupun yang ingin ke ibukota kecamatan maupun kabupaten," ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Bokor, Sopandi Rozali, Rabu (6/11).

Menurut Sopandi, masyarakat saat ini masih menggunakan sampan sebagai alat perlintasan aliran sungai, termasuk menyeberangkan kendaraan bermotor. Kondisi seperti ini sudah dirasakan puluhan tahun. Sebab sampan menjadi satu-satunya pilihan untuk sampai, karena daerah itu terpisah oleh sungai. 

Jika hujan deras, terangnya, warga tidak bisa melakukan penyeberangan dan anak-anak pun sangat susah untuk berpergian menuju ke sekolah. "Dengan terbatasnya akses warga Tanah Kuning, daerah ini seakan-akan terisolir dan sangat membutuhkan perhatian. Karena ini salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat yang bisa dilewati setiap hari," kata Sopandi.

Sopandi menambahkan, pada 2013 silam harapan masyarakat untuk bisa menyeberang menggunakan jembatan sudah didepan mata. Namun hasrat ingin merasakan infrastruktur jembatan, sepertinya harus dikuburkan oleh masyarakat Desa Bokor, khususnya yang berada di Dusun Manggis, karena jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp5 miliar itu dibiarkan terbengkalai begitu saja. 

Kondisi jembatan yang hanya terpasang tiang besi tersebut cukup memprihatinkan, dan sudah berkarat.
"Tiang jembatan Bokor ke Tanah Kuning itu kondisinya sudah berkarat, sampai saat ini pun tidak ada kejelasan apa dilanjutkan atau tidak pembangunannya," ucap Sopandi.

Diduga jembatan yang dibangun pada 2013 itu terjadi kesalahan dalam perancangan (DED). Sehingga tidak bisa dilanjutkan lagi pekerjaannya.*




Berita Lainnya