2 Safar 1442 H / Minggu, 20 September 2020
Prancis Kecam Rencana Israel Bangun 2.342 Permukiman Baru
dunia | Rabu, 6 November 2019
Editor : wisly | Penulis : republika
Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat

PARIS – Prancis mengecam keputusan otoritas Israel terkait rencana pembangunan 2.342 unit rumah pemukiman baru di Tepi Barat. Selain itu Prancis juga menolak proyek-proyek infrastruktur Israel di dekat Bethlehem. Pernyataan itu dikeluarkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Prancis. 

“Keputusan-keputusan (Israel) ini datang di tengah konteks yang mengganggu  percepatan aktivitas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur serta merusak kondisi untuk perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina berdasarkan pada dua solusi negara,” dalam pernyataan Kemenlu Prancis seperti dilansir  kantor berita Wafa pada Rabu (6/10). 

Karena itu Prancis meminta pemerintah Israel untuk menghentikan proyek-proyek itu serta segala yang dapat membahayakan solusi dua negara menempuh perdamaian. 

Sebelumnya Wafa juga melaporkan pada Selasa (5/11) bahwa Uni Eropa juga mengecam rencana Israel yang akan membangun ribuan unit rumah baru serta membuka jalan untuk pemukiman orang-orang Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. 

Uni Eropa menegaskan semua kegiatan itu ilegal di bawah hukum internasional. Pada Oktober lalu, otoritas Israel menyepakati pembangunan lebih dari 2.000 unit perumahan di pemukiman ilegal yang berada di Tepi Barat yang diduduki. 

“Posisi Uni Eropa untuk penyelesaian Israel di wilayah Palestina yang diduduki jelas dan tak berubah, semua aktivitas pemukiman ilegal di bawah hukum internasional dan itu telah meruntuhkan solusi dua negara serta prospek untuk perdamaian abadi seperti ditegaskan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334,” tutur seorang juru bicara Uni Eropa dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (5/11). 

Uni Eropa juga menilai bahwa pembangunan jalan yang terpisah bagi pemukim Yahudi dan warga Palestina menyebabkan fragmentasi di Tepi Barat. 

“Israel juga menyetujui izin untuk pembangunan jalan terowongan baru, yang melewati Betlehem ke Barat. Pembangunan progresif dari jalan yang terpisah, menghubungkan pemukiman dan pos-pos satu sama lain ke jalan di Israel dan menghindari kota-kota Palestina adalah fragmentasi yang mengakar di Tepi Barat,” katanya. 

Uni Eropa pun menyerukan Israel untuk mengakhiri semua aktivitas pemukiman. Uni Eropa pun menyatakan akan terus mendukung dimulainya kembali proses menuju solusi dua negara sebagai cara yang  realistis dan layak untuk memenuhi aspirasi yang sah dari kedua belah pihak. Andrian Saputra.*




Artikel Terbaru
dunia, Minggu, 20 September 2020
Arab Saudi menyataka akan memulai pelayanan umrah dalam waktu dekat..

pelalawan, Minggu, 20 September 2020
Arisa Frengki Nainggolan, karyawan Pech Tech Service Indonesia (PTSI).

sportainment, Minggu, 20 September 2020
Manchester United tumbang di tangan Crystal Palace 1-3. Manajer MU.

nasional, Minggu, 20 September 2020
Korem 084/Bhaskara Jaya terus berupaya untuk memacu kreatifitas dan.

etalase, Minggu, 20 September 2020
Sebagai Bank BUMN dan support Cashless Transaction BNI melaunching.

nasional, Sabtu, 19 September 2020
Pemerintah kembali melaporkan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah.

pekanbaru, Sabtu, 19 September 2020
Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di.

pekanbaru, Sabtu, 19 September 2020
Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang tengah dilaksanakan oleh.

etalase, Sabtu, 19 September 2020
Melalui program XL Axiata Bersama Bangun Negeri (Berbagi), karyawan.

dunia, Jumat, 18 September 2020
Sebuah laporan statistik memperkirakan populasi Israel kini telah.

Otomotif