12 Rabiul Awwal 1442 H / Kamis, 29 Oktober 2020
Prancis Kecam Rencana Israel Bangun 2.342 Permukiman Baru
dunia | Rabu, 6 November 2019
Editor : wisly | Penulis : republika
Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat

PARIS – Prancis mengecam keputusan otoritas Israel terkait rencana pembangunan 2.342 unit rumah pemukiman baru di Tepi Barat. Selain itu Prancis juga menolak proyek-proyek infrastruktur Israel di dekat Bethlehem. Pernyataan itu dikeluarkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Prancis. 

“Keputusan-keputusan (Israel) ini datang di tengah konteks yang mengganggu  percepatan aktivitas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur serta merusak kondisi untuk perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina berdasarkan pada dua solusi negara,” dalam pernyataan Kemenlu Prancis seperti dilansir  kantor berita Wafa pada Rabu (6/10). 

Karena itu Prancis meminta pemerintah Israel untuk menghentikan proyek-proyek itu serta segala yang dapat membahayakan solusi dua negara menempuh perdamaian. 

Sebelumnya Wafa juga melaporkan pada Selasa (5/11) bahwa Uni Eropa juga mengecam rencana Israel yang akan membangun ribuan unit rumah baru serta membuka jalan untuk pemukiman orang-orang Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. 

Uni Eropa menegaskan semua kegiatan itu ilegal di bawah hukum internasional. Pada Oktober lalu, otoritas Israel menyepakati pembangunan lebih dari 2.000 unit perumahan di pemukiman ilegal yang berada di Tepi Barat yang diduduki. 

“Posisi Uni Eropa untuk penyelesaian Israel di wilayah Palestina yang diduduki jelas dan tak berubah, semua aktivitas pemukiman ilegal di bawah hukum internasional dan itu telah meruntuhkan solusi dua negara serta prospek untuk perdamaian abadi seperti ditegaskan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334,” tutur seorang juru bicara Uni Eropa dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (5/11). 

Uni Eropa juga menilai bahwa pembangunan jalan yang terpisah bagi pemukim Yahudi dan warga Palestina menyebabkan fragmentasi di Tepi Barat. 

“Israel juga menyetujui izin untuk pembangunan jalan terowongan baru, yang melewati Betlehem ke Barat. Pembangunan progresif dari jalan yang terpisah, menghubungkan pemukiman dan pos-pos satu sama lain ke jalan di Israel dan menghindari kota-kota Palestina adalah fragmentasi yang mengakar di Tepi Barat,” katanya. 

Uni Eropa pun menyerukan Israel untuk mengakhiri semua aktivitas pemukiman. Uni Eropa pun menyatakan akan terus mendukung dimulainya kembali proses menuju solusi dua negara sebagai cara yang  realistis dan layak untuk memenuhi aspirasi yang sah dari kedua belah pihak. Andrian Saputra.*




Artikel Terbaru
pekanbaru, Kamis, 29 Oktober 2020
Dalam rangka melakukan antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

nasional, Kamis, 29 Oktober 2020
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan sudah ada 27.

meranti, Kamis, 29 Oktober 2020
Petugas gabungan yang melaksanakan pengamanan di Pos Pam Terpadu.

nasional, Kamis, 29 Oktober 2020
Bakesbangpol Riau dan Sumut Jalin Silahturahmi dengan Prokes 3.

potensa, Kamis, 29 Oktober 2020
Di tengah kegalauan masyarakat karena covid 19, banyak yang tak.

pekanbaru, Kamis, 29 Oktober 2020
Di masa pandemi Covid-19, Kelompok Usaha binaan Badan Kontak Majelis.

nasional, Kamis, 29 Oktober 2020
Penanganan pandemi Covid-19 secara nasional saat ini sudah.

sportainment, Kamis, 29 Oktober 2020
Empat grup Liga Champions telah memainkan delapan pertandingan pada.

etalase, Kamis, 29 Oktober 2020
Libur Panjang, FPK Riau Minta Masyarakat Patuhi Prokes dan Jaga.

nasional, Kamis, 29 Oktober 2020
Perlu Gerakan Berantas Riba di Ranah.

Otomotif


Senin , 19 Oktober 2020