14 Rabiul Akhir 1442 H / Senin, 30 November 2020
Prancis Kecam Rencana Israel Bangun 2.342 Permukiman Baru
dunia | Rabu, 6 November 2019
Editor : wisly | Penulis : republika
Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat

PARIS – Prancis mengecam keputusan otoritas Israel terkait rencana pembangunan 2.342 unit rumah pemukiman baru di Tepi Barat. Selain itu Prancis juga menolak proyek-proyek infrastruktur Israel di dekat Bethlehem. Pernyataan itu dikeluarkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Prancis. 

“Keputusan-keputusan (Israel) ini datang di tengah konteks yang mengganggu  percepatan aktivitas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur serta merusak kondisi untuk perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina berdasarkan pada dua solusi negara,” dalam pernyataan Kemenlu Prancis seperti dilansir  kantor berita Wafa pada Rabu (6/10). 

Karena itu Prancis meminta pemerintah Israel untuk menghentikan proyek-proyek itu serta segala yang dapat membahayakan solusi dua negara menempuh perdamaian. 

Sebelumnya Wafa juga melaporkan pada Selasa (5/11) bahwa Uni Eropa juga mengecam rencana Israel yang akan membangun ribuan unit rumah baru serta membuka jalan untuk pemukiman orang-orang Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. 

Uni Eropa menegaskan semua kegiatan itu ilegal di bawah hukum internasional. Pada Oktober lalu, otoritas Israel menyepakati pembangunan lebih dari 2.000 unit perumahan di pemukiman ilegal yang berada di Tepi Barat yang diduduki. 

“Posisi Uni Eropa untuk penyelesaian Israel di wilayah Palestina yang diduduki jelas dan tak berubah, semua aktivitas pemukiman ilegal di bawah hukum internasional dan itu telah meruntuhkan solusi dua negara serta prospek untuk perdamaian abadi seperti ditegaskan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334,” tutur seorang juru bicara Uni Eropa dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (5/11). 

Uni Eropa juga menilai bahwa pembangunan jalan yang terpisah bagi pemukim Yahudi dan warga Palestina menyebabkan fragmentasi di Tepi Barat. 

“Israel juga menyetujui izin untuk pembangunan jalan terowongan baru, yang melewati Betlehem ke Barat. Pembangunan progresif dari jalan yang terpisah, menghubungkan pemukiman dan pos-pos satu sama lain ke jalan di Israel dan menghindari kota-kota Palestina adalah fragmentasi yang mengakar di Tepi Barat,” katanya. 

Uni Eropa pun menyerukan Israel untuk mengakhiri semua aktivitas pemukiman. Uni Eropa pun menyatakan akan terus mendukung dimulainya kembali proses menuju solusi dua negara sebagai cara yang  realistis dan layak untuk memenuhi aspirasi yang sah dari kedua belah pihak. Andrian Saputra.*




Artikel Terbaru
dumai, Senin, 30 November 2020
Satgas Covid-19 Kota Dumai melaporkan pada Sabtu (28/11/2020) ada.

nasional, Minggu, 29 November 2020
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan, pandemi.

pekanbaru, Senin, 30 November 2020
Kementerian Sosial RI melalui Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang.

pekanbaru, Minggu, 29 November 2020
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat jumlah pajak daerah yang.

otomotif, Senin, 30 November 2020
PT Astra Honda Motor (AHM) melalui PT Capella Dinamik Nusantara (CDN).

rohul, Senin, 30 November 2020
Selain di masa pandemi Covid-19, diawal tahun 2020 Kabupaten Rokan.

dunia, Senin, 30 November 2020
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan dia.

huawen, Minggu, 29 November 2020
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama pihak terkait.

etalase, Senin, 30 November 2020
PT Perkebunan Nusantara V mendistribusikan 1.452 masker dipusatkan di.

dunia, Minggu, 29 November 2020
Pasukan Israel menangkap 10 warga Palestina di berbagai bagian di.

Otomotif