18 Rabiul Akhir 1442 H / Jumat, 4 Desember 2020
Prancis Kecam Rencana Israel Bangun 2.342 Permukiman Baru
dunia | Rabu, 6 November 2019
Editor : wisly | Penulis : republika
Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat

PARIS – Prancis mengecam keputusan otoritas Israel terkait rencana pembangunan 2.342 unit rumah pemukiman baru di Tepi Barat. Selain itu Prancis juga menolak proyek-proyek infrastruktur Israel di dekat Bethlehem. Pernyataan itu dikeluarkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Prancis. 

“Keputusan-keputusan (Israel) ini datang di tengah konteks yang mengganggu  percepatan aktivitas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur serta merusak kondisi untuk perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina berdasarkan pada dua solusi negara,” dalam pernyataan Kemenlu Prancis seperti dilansir  kantor berita Wafa pada Rabu (6/10). 

Karena itu Prancis meminta pemerintah Israel untuk menghentikan proyek-proyek itu serta segala yang dapat membahayakan solusi dua negara menempuh perdamaian. 

Sebelumnya Wafa juga melaporkan pada Selasa (5/11) bahwa Uni Eropa juga mengecam rencana Israel yang akan membangun ribuan unit rumah baru serta membuka jalan untuk pemukiman orang-orang Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. 

Uni Eropa menegaskan semua kegiatan itu ilegal di bawah hukum internasional. Pada Oktober lalu, otoritas Israel menyepakati pembangunan lebih dari 2.000 unit perumahan di pemukiman ilegal yang berada di Tepi Barat yang diduduki. 

“Posisi Uni Eropa untuk penyelesaian Israel di wilayah Palestina yang diduduki jelas dan tak berubah, semua aktivitas pemukiman ilegal di bawah hukum internasional dan itu telah meruntuhkan solusi dua negara serta prospek untuk perdamaian abadi seperti ditegaskan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334,” tutur seorang juru bicara Uni Eropa dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (5/11). 

Uni Eropa juga menilai bahwa pembangunan jalan yang terpisah bagi pemukim Yahudi dan warga Palestina menyebabkan fragmentasi di Tepi Barat. 

“Israel juga menyetujui izin untuk pembangunan jalan terowongan baru, yang melewati Betlehem ke Barat. Pembangunan progresif dari jalan yang terpisah, menghubungkan pemukiman dan pos-pos satu sama lain ke jalan di Israel dan menghindari kota-kota Palestina adalah fragmentasi yang mengakar di Tepi Barat,” katanya. 

Uni Eropa pun menyerukan Israel untuk mengakhiri semua aktivitas pemukiman. Uni Eropa pun menyatakan akan terus mendukung dimulainya kembali proses menuju solusi dua negara sebagai cara yang  realistis dan layak untuk memenuhi aspirasi yang sah dari kedua belah pihak. Andrian Saputra.*




Artikel Terbaru
pekanbaru, Jumat, 4 Desember 2020
Kapasitas tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 yang ada di.

politik, Jumat, 4 Desember 2020
Debat Publik putaran kedua pemilihan Walikota dan Wakil Walikota.

potensa, Jumat, 4 Desember 2020
Tahun 2010, BlackBerry hadir sebagai ponsel paling bergengsi pada.

pekanbaru, Jumat, 4 Desember 2020
Akibat banyaknya isu yang beredar terkait pelantikan pejabat di.

pekanbaru, Jumat, 4 Desember 2020
Jumlah rekapitulasi kasus terkonfirmasi Covid-19 Riau sampai dengan.

hukum, Jumat, 4 Desember 2020
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, dilaporkan ke Komisi.

nasional, Jumat, 4 Desember 2020
Direktur Kelembagaan Kerja Sama Hubungan Industrial (KKHI) Kemnaker,.

pekanbaru, Jumat, 4 Desember 2020
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah.

nasional, Jumat, 4 Desember 2020
Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat.

nasional, Jumat, 4 Desember 2020
Pemenang LKT Pembauran Kebangsaan Diumumkan pada Semniar FPK Riau 5.

Otomotif