Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Pekanbaru Sukses Gelar KOCI ke-2
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, belum lama.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Riau Nobar Film Susi Susanti Love All
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar Nonton Bareng.

Rubrik : meranti
Sagu Akan Jadi Menu Alternatif Bagi Pasien di Rumah Sakit dan Puskesmas di Meranti
Editor : wisly | Penulis: Ali
Jumat , 08 November 2019

SELATPANJANG - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Riau mengembangkan tiga produk olahan dari komoditas Sagu, diantaranya mie sagu instan, beras sagu dan makaroni sagu untuk ahli gizi rumah sakit dan Puskesmas di Kepulauan Meranti, Kamis (7/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut hadir Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim, Kepala Balitbang Provinsi Riau Dra Arbaini MT, Dosen Fakultas Teknologi Pangan dan Gizi Universitas Sahid Jakarta, Prof Bambang Haryanto dan kepala OPD terkait.

Kepala Balitbang Provinsi Riau, Dra Arbaini MT, mengatakan pihaknya juga telah melakukan pembinaan dan pelatihan bagi Usaha Kecil Menengah untuk bisa memproduksi sendiri. Saat ini, kata dia, pembinaan tersebut sudah ada di daerah sentra produksi di Riau, yakni Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kita mengembangkan inovasi ini bagaimana sagu menjadi pangan yang disukai semua orang. Dari hasil kajian, sagu sangat bermanfaat bagi kesehatan, untuk itu sagu juga bagus untuk digunakan sebagai makanan pasien di rumah sakit dan Puskesmas dan alternatif pilihan menu bagi anak penderita autis," kata Arbaini.

Menurut Arbaini, Balitbang Riau dalam inplementasi sistem inovasi daerah melalui Science Teckhno Park (STP) Riau, berusaha mempercepat pengembangan inovasi produk sagu Riau. Dengan demikian, dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita mendorong UMKM untuk bisa meningkatkan kesejahteraan melalui inovasi. Kita berharap dengan adanya inovasi yang ciptakan, maka kita tidak lagi menjual tepung sagu basah ke Malaysia, selain itu masyarakat juga bisa sejahtera," kata Arbaini.

Diseminasi produk sagu ini juga merupakan upaya pemerintah provinsi Riau untuk mempercepat peningkatan nilai tambah sagu.

"Selain itu kita juga membantu para pelaku UMKM dengan berbagai teknis pengolahan, packaging sampai dengan marketing," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim berharap kesempatan ini dimanfaatkan untuk menambah ilmu dalam berinovasi mengembang hasil produk sagu, sehingga ahli gizi di Rumah sakit dan Puskesmas dapat menyajikan produk yang lebih bervariatif cocok untuk kesehatan.

"Saya berharap kesempatan ini dimanfaatkan oleh para peserta untuk mengikuti workshop ini dengan baik, sehingga ini bisa diterapkan dalam mengembangkan produk sagu menjadi makanan yang sehat dan bervariasi," ujarnya.

Said juga memaparkan Sagu sebagai salah satu pangan lokal mendapat perhatian khusus. Sagu dinilai menjadi alternatif karena bisa mendukung program keanekaragaman konsumsi.

"Saat ini, pangan masih didominanasi konsumsi beras yang mencapai 114 Kg per kapita atau 29 juta ton per tahun. Untuk itu, kita Pemkab Kepulauan Meranti terus mendorong pemerintah pusat untuk menjadikan ini sebagai pangan masa depan," ungkapnya.*




Berita Lainnya