Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Pekanbaru Sukses Gelar KOCI ke-2
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, belum lama.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Riau Nobar Film Susi Susanti Love All
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar Nonton Bareng.

Rubrik : hukum
Siswa SMP Korban Bully di Pekanbaru Mulai Pulih
Editor : wisly | Penulis: halloriau.com
Jumat , 08 November 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Kondisi terakhir seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pekanbaru yang menjadi korban bullying dari temannya, dilaporkan telah pulih, Jumat (8/11/2019) siang. Korban mendapat perawatan khusus tim medis di Rumah Sakit Awal Bross Jalan Sudirman.

Humas Rumah Sakit Awal Bross Sudirman, R Sarmida, mengatakan kondisi terakhir korban sudah mulai membaik setelah menjalani operasi di ruang bedah Rumah Sakit.

"Sekarang ini kondisi korban sudah mulai membaik setelah menjalani perawatan medis beberapa hari lalu. Dan kini menempati ruang bedah," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan​ Sarmida, pihaknya belum bisa memberikan keterangan detai kondisi korban. Dia beralasan karena pihak keluarga belum mau diumbar ke publik.

"Baru itu saja. Lainnya kami belum bisa terangkan. Karena pihak keluarga tidak mengizinkan," tuturnya.

Ditambahkan Sarmida, korban sampai ke rumah Sakit Awal Bros pada tanggal 5 November 2019 (tiga hari lalu,red) yang turut didampingi orang tuanya.

"Tiga hari lalu dia (korban) masuk. Lalu korban langsung dioperasi di ruang bedah. Untuk jam besuknya, malam," singkatnya.

Sementara Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda, mengatakan jajaran Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama unit perlindungan perempuan dan anak tengah menyelidiki aksi perundungan tersebut.

"Laporannya sudah kita terima. Saat ini tengah diselidiki Satreskrim Polresta Pekanbaru," kata Budhia.

Sebelumnya, laporan yang disampaikan keluarga korban atas dugaan perundungan atau bullying itu dilakukan pada Rabu, 6 November 2019 lalu.  

Kasus perundungan itu kini tengah viral di media sosial. Kasus bullying itu terungkap setelah adanya postingan pada dinding Facebook yang diunggah akun Rani Chambas, Kamis (7/11/2019) pukul 10.31 WIB. Postingan itu kini menjadi perbincangan hangat warganet di Kota Pekanbaru. *




Berita Lainnya