Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Pekanbaru Sukses Gelar KOCI ke-2
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, belum lama.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Riau Nobar Film Susi Susanti Love All
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar Nonton Bareng.

Rubrik : hukum
Polisi Periksa Kepala SMP 38
Editor : wisly | Penulis: Linda
Selasa , 12 November 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru memeriksa terus menyelidiki kasus bully atau perundungan terhadap siswa SMP 38 Pekanbaru, MFZ. Kepala Sekolah SMP 38 dimintai keterangannya.

"Kami sudah periksa kepala sekolah (SMP 38)," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam, Selasa (12/11).

Awaluddin menyebutkan, dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa tujuh saksi. "Selain kepala sekolah juga diperiksa guru, tiga terlapor, korban dan orang tua korban," kata Awaluddin.

Perundungan yang dialami MFZ, siswa kelas XIII SMP Negeri 38 Pekanbaru, terjadi pada 5 November 2019. Perundungan dan penganiayaan dilakukan tiga orang teman korban.

Akibat perundungan itu, korban mengalami patah tulang hidung dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Selain lima saksi, penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru memanggil sejumlah saksi lain.

Hasil pemeriksaan sementara, terungkap kalau perundungan dilakukan secara brutal. Peristiwa terjadi di jam belajar, dan ada guru di dalam kelas.

Saat itu guru sedang memegang ponsel untuk mencari materi pelajaran hingga tidak memperhatikan langsung siswa yang bercanda. Guru menganggap siswanya hanya bercanda.

Terungkap pula jika penganiayaan tersebut dilakukan ketiga pelaku dengan memukul korban menggunakan bingkai foto. Selanjutnya, kepala korban dibenturkan ke kaki bagian paha hingga mengalami luka cukup serius.*
 




Berita Lainnya