Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : inhil
Diduga Pelaku Penganiayaan di Inhil Ditangkap di Tanjatim
Editor : wisly | Penulis: Yendra
Rabu , 13 November 2019

TEMBILAHAN - Berkat kerjasama Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Polres Tanjung Jabung Jambi dapat mengungkap dan menangkap tersangka AN. AN (20 tahun) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) diduga melakukan tindak penganiayaan kepada korban GA (39 tahun).
Penangkapan tersangka AN (DPO) dilakukan di Kelurahan Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Menurut Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Rhino Handoyo SH mengungkapkan sekitar 1 bulan Polsek Tembilahan Hulu mencari keberadaan tersangka AN dan teridentifikasi berada di Kelurahan Sungai Beras, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

"Maka kami berkoordinasi dengan Polres Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi dengan mengirimkan DPO tersangka, selanjutnya pada hari Senin (11/11/2019) sekira pukul 23.30 WIB, Tim Opsnal Polres Tanjung Jabung Timur Bersama Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu telah melakukan penangkapan terhadap tersangka Penganiayaan An. AN (DPO)," kata Kapolsek AKP Rhino Handoyo SH, Rabu (13/11).
Kapolsek Tembilahan Hulu juga mengatakan setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka AN (DPO), tersangka mengakui perbuatanya telah menikam korban AG menggunakan pisau dan pada saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan.

Telah diamankan barang bukti (BB) 1 (satu) buah pisau bergagang cokelat tua dengan panjang ± 15 cm.
Sebelumnya, Rabu (9/10) korban bersama istrinya hendak pulang dari Pasar Jongkok. Sesampainya di Jalan H Arief tepatnya di depan Pasar Parit 11, ada dua orang yang tidak dikenal menghampiri korban dengan meminta uang Rp10 ribu dengan paksa, dengan alasan hendak membeli tuak.

Korban menjawab tidak memiliki uang, "belum gajian, kami aja pulang bejalan kaki" ucap korban. Lalu orang yg tidak dikenal tersebut marah dan berkata "jangan kayak gitulah,". Setelah itu korban bersama istrinya kembali melanjutkan perjalanan pulang, namun dua orang tersebut mengikuti dari belakang dan memaksa meminta uang.

Sekira pukul 03:30 WIB, di Parit 10 Jalan H Arief (satu) orang laki-laki yang tidak dikenal tersebut mengeluarkan pisau dari pinggang dan menusuk kearah perut korban dan tepat mengenai perut. Setelah itu korban dan istrinya pergi ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk berobat.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek dibagian perut sebelah kanan dan sempat dirawat sekitar satu minggu, sehingga keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tembilahan Hulu.*




Berita Lainnya