Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Pekanbaru Sukses Gelar KOCI ke-2
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, belum lama.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Riau Nobar Film Susi Susanti Love All
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar Nonton Bareng.

Rubrik : pekanbaru
Wagubri Ajak ASN Sukseskan Sensus Penduduk
Editor : wisly | Penulis: Rivo
Jumat , 15 November 2019

PEKANBARU - Saat menghadiri Forum Group Diskusi (FGD) satu data kependudukan, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) sebut keberhasilan dan kelancaran sensus penduduk tahun 2020 adalah tanggung jawab bersama.

Dalam sambutannya, Wagubri Edy Natar Nasution mengatakan seperti yang telah disampaikan Presiden Jokowi, dalam pidato kenegaraan pada tanggal 16 Agustus 2019, bahwa data adalah jenis kekayaan Bangsa Indonesia yang baru. Kini data lebih berharga daripada minyak, maka dari itu kedaulatan data harus diwujudkan dan hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi serta regulasi harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi, Jumat (15/11/2019) pagi di Hotel Prime Park.

"Artinya sebegitu pentingnya data untuk dipelihara dengan baik. Pada tahun 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali melakukan sensus penduduk yang bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan Indonesia," kata Wagubri.

Sambung Edy, berbeda dengan sensus penduduk sebelumnya, sensus penduduk tahun 2020 akan menggunakan data registrasi penduduk dari Direktoral Jendral Dukcapil sebagai data dasar pelaksanaan sensus penduduk di lapangan.

"Di samping itu, suksesnya sensus penduduk pada tahun 2020 nantinya akan berada pada dua titik krusial, yaitu saat Sensus Penduduk Online (SPO) dan saat pelaksanaan Sensus Penduduk Wawancara (SPW), guna menjaring dan mencatat secara lengkap seluruh masyarakat yang tidak melakukan SPO pada periode yang sudah ditentukan yaitu selama Bulan Februari - Maret," kata Edy.

Disebutkannya, untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan probabilitas yang masif, intensif dan tersegmentasi, agar mampu menyasar penduduk Indonesia yang memiliki karakteristiknya sendiri, baik menurut Geografi maupun Demografi.

Itu sebabnya, dia mengajak semua pihak, terutama ASN, agar memanfaatkan apa yang dimiliki pada instansi masing-masing untuk bisa menyampaikan hal ini kepada seluruh jajarannya.

"Supaya nantinya program sensus penduduk ini bisa berjalan dengan baik ke depannya," tutupnya.*

 




Berita Lainnya