11 Zulqaidah 1441 H / Kamis, 2 Juli 2020
Pneumonia Bunuh Satu Anak per 39 Detik
dunia | Sabtu, 16 November 2019
Editor : wisly | Penulis : republika
ilustrasi

LONDON - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa wabah pneumonia membunuh lebih dari 800 ribu bayi dan anak-anak kecil tahun lalu atau satu anak per 39 detik. Kendati demikian wabah pneumonia dapat disembuhkan dan sebagian besar dapat dicegah.

Dalam laporan yang dirilis baru-baru ini, WHO menggambarkan pneumonia sebagai epidemik yang terlupakan. Lembaga dana anak PBB (UNICEF), badan amal internasional Save The Children dan empat badan kesehatan lainnya mendesak pemerintah agar meningkatkan investasi dalam vaksin untuk mencegah penyakit tersebut dan dalam layanan kesehatan serta obat-obatan untuk menyembuhkannya.

"Faktanya bahwa penyakit yang dapat dicegah, disembuhkan dan mudah terdiagnosis ini masih menjadi pembunuh anak-nak kecil terbesar di dunia, yang terus terang mengejutkan," kata Seth Berkley, Kepala Eksekutif aliansi vaksin GAVI.

Pneumonia adalah penyakit paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus ataupun jamur. Para penderita harus berjuang untuk bernafas sebab paru-paru mereka dipenuhi dengan cairan.

Penyakit itu dapat dicegah melalui vaksin, dan disembuhkan dengan antibiotik dan - jika kasusnya sudah parah - dengan oksigen, namun di sejumlah negara miskin akses untuk ini terkadang terbatas.

Nigeria, India, Pakistan, Republik Demokratik Kongo serta Ethiopia menyumbang lebih dari setengah anak-anak yang meninggal akibat pneumonia tahun lalu - kebanyakan dari mereka bayi yang belum beranjak usia 2 tahun.

"Jutaan anak sekarat lantaran kekurangan vaksin, antibiotik yang terjangkau dan perawatan oksigen rutin," kata kepala eksekutif Save the Children, Kevin Watkins.

"Ini epidemik global yang terlupakan yang menuntut respons darurat internasional," ujarnya menambahkan.

Disebutkan dalam laporan bahwa pneumonia menyebabkan 15 persen kematian anak di bawah usia 5 tahun. Namun hanya mendapatkan 3 persen dari pengeluaran untuk penelitian penyakit menular, jauh tertinggal dari penyakit lainya seperti malaria.*




Artikel Terbaru
hukum, Kamis, 2 Juli 2020
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut empat terdakwa kasus penyelundupan.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Hingga pekan ke-26 tahun 2020, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, umumkan bahwasanya Riau ada.

bengkalis, Kamis, 2 Juli 2020
Masyarakat Inhu sudah bisa mencetak sendiri Kartu Keluarga (KK),.

kampar, Kamis, 2 Juli 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto berharap program konvensi.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Mengingat pandemi Covid-19 belum usai, khususnya di Riau, Pemerintah.

politik, Kamis, 2 Juli 2020
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menggelar rapat pleno.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
SKK Migas dan Chevron luncurkan progran WFD.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Blok VI yang beroperasi di Kabupaten.

dumai, Kamis, 2 Juli 2020
Pemerintah Kota Dumai melalui tim gugus tugas Covid-19 Dumai.

Otomotif