23 Zulhijjah 1441 H / Kamis, 13 Agustus 2020
Pneumonia Bunuh Satu Anak per 39 Detik
dunia | Sabtu, 16 November 2019
Editor : wisly | Penulis : republika
ilustrasi

LONDON - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa wabah pneumonia membunuh lebih dari 800 ribu bayi dan anak-anak kecil tahun lalu atau satu anak per 39 detik. Kendati demikian wabah pneumonia dapat disembuhkan dan sebagian besar dapat dicegah.

Dalam laporan yang dirilis baru-baru ini, WHO menggambarkan pneumonia sebagai epidemik yang terlupakan. Lembaga dana anak PBB (UNICEF), badan amal internasional Save The Children dan empat badan kesehatan lainnya mendesak pemerintah agar meningkatkan investasi dalam vaksin untuk mencegah penyakit tersebut dan dalam layanan kesehatan serta obat-obatan untuk menyembuhkannya.

"Faktanya bahwa penyakit yang dapat dicegah, disembuhkan dan mudah terdiagnosis ini masih menjadi pembunuh anak-nak kecil terbesar di dunia, yang terus terang mengejutkan," kata Seth Berkley, Kepala Eksekutif aliansi vaksin GAVI.

Pneumonia adalah penyakit paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus ataupun jamur. Para penderita harus berjuang untuk bernafas sebab paru-paru mereka dipenuhi dengan cairan.

Penyakit itu dapat dicegah melalui vaksin, dan disembuhkan dengan antibiotik dan - jika kasusnya sudah parah - dengan oksigen, namun di sejumlah negara miskin akses untuk ini terkadang terbatas.

Nigeria, India, Pakistan, Republik Demokratik Kongo serta Ethiopia menyumbang lebih dari setengah anak-anak yang meninggal akibat pneumonia tahun lalu - kebanyakan dari mereka bayi yang belum beranjak usia 2 tahun.

"Jutaan anak sekarat lantaran kekurangan vaksin, antibiotik yang terjangkau dan perawatan oksigen rutin," kata kepala eksekutif Save the Children, Kevin Watkins.

"Ini epidemik global yang terlupakan yang menuntut respons darurat internasional," ujarnya menambahkan.

Disebutkan dalam laporan bahwa pneumonia menyebabkan 15 persen kematian anak di bawah usia 5 tahun. Namun hanya mendapatkan 3 persen dari pengeluaran untuk penelitian penyakit menular, jauh tertinggal dari penyakit lainya seperti malaria.*




Artikel Terbaru
pekanbaru, Rabu, 12 Agustus 2020
Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyelidiki penyebab kebakaran gedung.

etalase, Rabu, 12 Agustus 2020
Sebagai leading digital telco company, Telkomsel konsisten membangun.

etalase, Rabu, 12 Agustus 2020
Model kemitraan kalangan swasta, pemerintah dan institusi pendidikan.

etalase, Rabu, 12 Agustus 2020
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam hal ini Unit Usaha.

nasional, Rabu, 12 Agustus 2020
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat hingga 9 Agustus 2020.

pelalawan, Rabu, 12 Agustus 2020
Menyadari pentingnya pendidikan bagi setiap orang, PT Riau Andalan.

etalase, Rabu, 12 Agustus 2020
Masyarakat Wonorejo sambut mahasuswa.

etalase, Rabu, 12 Agustus 2020
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan.

sportainment, Rabu, 12 Agustus 2020
Kontestan semifinal Liga Europa 2019/2020 sudah terpilih. Akan ada.

etalase, Rabu, 12 Agustus 2020
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan kualitas layanan bagi.

Otomotif
Kamis , 06 Agustus 2020