Senin | 16 Desember 2019
Mahasiswa IBT Pelita Indonesia Kunjungi Tempat Ibadah Buddhis
Para mahasiswa Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia yang.


Senin | 16 Desember 2019
PSMTI Riau Sukseskan Parade Bhinneka Tunggal Ika
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau memprakarsai acara Parade.


Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.

Rubrik : nasional
Gempa M 7,1 Malut Tak Ada Kaitan dengan Gempa Ambon-Bali
Editor : wisly | Penulis: detik.com
Sabtu , 16 November 2019
ilustrasi

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan soal perbedaan gempa yang terjadi di Maluku Utara, Bali, dan Ambon. Ketiga gempa itu disebut BMKG tak saling berkaitan.

Gempa magnitudo 7,1 di Laut Maluku terjadi pada Kamis (14/11) lalu, di Bali Utara bermagnitudo 5,0 juga terjadi pada Kamis (14/11), sementara, gempa magnitudo 6,5 di Ambon terjadi pada Kamis (26/9). BMKG mengatakan, gempa Maluku dipicu oleh deformasi dalam lempeng laut Maluku.

"Gempa Laut Maluku dipicu oleh deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku (gempa intraslab), Gempa Bali Utara dibangkitkan oleh sumber gempa struktur Sesar Naik di Utara Bali, dan Gempa Ambon terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan sebelumnya," kata Kepala Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2019).

Selain perbedaan sumber gempa, Daryono menjelaskan ketiga gempa itu juga berbeda dalam mekanisme sumbernya.

"Gempa Laut Maluku memiliki mekanisme sumber sesar naik (thrust fault), Gempa Utara Bali memiliki mekanisme sumber kombinasi pergerakan dalam arah mendatar dan naik (oblique thrust), dan Gempa Ambon memiliki mekanisme sesar geser (strike slip)," ujarnya.

Daryono menjelaskan tak ada kaitan antara ketiga gempa tersebut. Menurutnya, aktivitas gempa bumi di Indonesia tidak disebabkan oleh adanya saling picu.

"Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada BMKG apakah ketiga gempa tersebut saling berkaitan dan saling picu? Tentu saja tidak berkaitan, dan gempa tidak menjalar ke sana kemari. Banyaknya aktivitas gempa bumi di Indonesia bukan disebabkan oleh adanya saling picu. Tingginya frekuensi aktivitas gempa bumi disebabkan karena di Indonesia memang banyak terdapat sumber gempa," jelas Daryono.

Daryono mengatakan Indonesia memiliki enam sumber gempa tumbukan lempeng, yang jika dirinci menjadi 13 zona sumber gempa megathrust. Selain itu, Indonesia juga masih memiliki sumber gempa sesar aktif lebih dari 295 segmen.

"Sehingga wajar jika di Indonesia sering terjadi gempa bumi. Setiap sumber gempa memiliki proses akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai fase 'matang' sendiri-sendiri, dan selanjutnya mengalami rilis energi dalam bentuk gempa bumi sendiri-sendiri. Jadi banyaknya kejadian gempa bukan karena gempa saling menjalar kesana kemari," ungkapnya.*

 




Berita Lainnya