Senin | 16 Desember 2019
Mahasiswa IBT Pelita Indonesia Kunjungi Tempat Ibadah Buddhis
Para mahasiswa Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia yang.


Senin | 16 Desember 2019
PSMTI Riau Sukseskan Parade Bhinneka Tunggal Ika
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau memprakarsai acara Parade.


Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.

Rubrik : dunia
Israel dan Jihad Islam Sepakat Gencatan Senjata
Editor : wisly | Penulis: republika
Sabtu , 16 November 2019
Bendera Palestina

DEUTSCHE WELLE - Juru bicara militer Israel mengonfirmasi gencatan senjata dengan kelompok Jihad Islam Gaza pada Kamis (14/11) waktu setempat, setelah pertempuran dua hari terakhir ini.

"Pertempuran dua hari ini sudah berakhir," cuit Letkol Avichay Adraee dalam sebuah tweet.

"Ketenangan akan dibalas dengan ketenangan," terang Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz tanggapi gencatan senjata ini dalam sebuah siaran radio.

"Namun, Israel tidak akan ragu untuk menyerang siapa saja yang mengganggu kami, baik di jalur gaza atau pun dari wilayah lain," tambah Katz.

Gencatan senjata dilaporkan dimediatori oleh Mesir dan diumumkan oleh juru bicara kelompok Jihad Islam Gaza, Musab al-Berim pada Kamis pagi, efektif mulai pukul 05.30 pagi waktu setempat. Namun setelahnya, di wilayah Israel bagian selatan diketahui masih ada dua roket dan serangan udara yang diluncurkan.

Sudah lebih dari 48 jam sejak pertempuran hebat yang terjadi antara Israel dan Gaza. Ini bermula ketika Israel menyerang rumah seorang komandan Jihad Islam Gaza dan menewaskannya.

Gencata senjata pun diajukan kelompok Jihad Islam dengan serangkaian tuntutan, yang paling mendasar adalah mengakhiri serangan yang menargetkan pemimpin-pemimpin mereka, menghentikan penembakan yang dilakukan aparat Israel kepada para demonstran mingguan di sepanjang perbatasan Israel, serta menurunkan blokade Israel yang telah menghancurkan ekonomi Gaza selama 12 tahun terakhir ini.

"Gencatan senjata ini datang dari usaha pemerintah Mesir dan telah didukung oleh faksi-faksi Palestina termasuk kelompok Jihad Islam di Gaza," ujar salah seorang seorang pejabat Mesir.

Pemerintah Palestina melaporkan setidaknya terdapat 34 korban tewas di Gaza akibat serangan udara dua hari terakhir ini, sementara kelompok Jihad Islam membalas serangan dengan meluncurkan 4.000 roket. Sebanyak 97 warga Palestina alami luka-luka. Tidak ada korban tewas di pihak Israel.*




Berita Lainnya