Sabtu | 15 Februari 2020
PSMTI Riau Gelar Seminar Bisnis Untuk Bersaing di Era Digital
Sekitar 120 peserta mengikuti seminar dengan tema "Siapkah Bisnis Anda.


Minggu | 09 Februari 2020
IKTS Gelar Imlek Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) menggelar Imlek.


Minggu | 09 Februari 2020
Ribuan Warga Pekanbaru Meriahkan Perayaan Cap Go Meh
Ribuan warga Pekanbaru memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2571/2020 di Kampung.

Rubrik : rohul
Anggota MPR/ DPR Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan ke Mahasiswa Rohul
Editor : wisly | Penulis: Hendra
Sabtu , 23 November 2019
foto bersama

PASIR PANGARAIAN - Anggota MPR/DPR RI Komisi VIII, Drs H Achmad M Si sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada generasi muda di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu (23/11/2019).

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI menghadirkan moderator Dosen Universitas Pasir Pengaraian, Lufita Nur Alfiah M.Si‎, yang digelar di Hall Masjid Agung Islamic Center Pasir Pangaraian, dihadiri ratusan mahasiswa Rohul‎.

Achmad yang juga mantan Bupati Rohul dua periode, hadir mewakili MPR RI. Ada empat pilar yang perlu dipahami masyarakat Rohul, terutama para generasi muda,‎ sehingga NKRI semakin kuat dan kokoh.

Keempat pilar MPR RI itu, kata Achmad, merupakan amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 yang mengamanatkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Menurutnya, empat pilar yang perlu dipahami warga negara Indonesia dalam menangkal pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Achmad juga menilai, bahwa dari Sosialisasi Empat Pilar yang diakhiri diskusi‎ tersebut, mahasiswa‎ memahami betul betapa pentingnya empat pilar, dan untuk disosialisasikan ke seluruh komponen masyarakat.

Ditambahkannya, empat pilar lebih pada nilai-nilai yang ada di kehidupan masyarakat, dan sebagai jati diri Bangsa Indonesia, sehingga harus terus disemangatkan kembali agar generasi muda menjadi warga negara yang militan atau tangguh, warga yang baik, punya toleransi, dan punya rasa tanggung jawab.

"Baik sebagai generasi milenial ke depan, maupun sebagai warga negara milenial kebangsaan," ujar Achmad, dan mengajak generasi muda tetap cinta terhadap produk dan budaya Indonesia‎, dan tidak mudah terpengaruh budaya asing.*




Berita Lainnya