19 Zulhijjah 1441 H / Minggu, 9 Agustus 2020
Terkait Video Protes Warga saat Eksekusi Lahan Tol, Gubri: Kita akan Cek
pekanbaru | Sabtu, 30 November 2019
Editor : wisly | Penulis : Rivo
Gubernur Riau, Syamsuar

PEKANBARU - Terkait viralnya video seorang ibu menangis di Kandis Kabupaten Siak, karena eksekusi pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru - Dumai yang tanahnya hanya dihargai Rp18.000 permeternya, Gubernur Riau (Gubri) mengaku akan menyelidiki.

Lokasi video tersebut diberitakan di Kandis, Siak. Ibu dalam video dengan wajah menghiba meminta perhatian dan pertolongan Presiden Jokowi terkait lahannya yang dieksekusi walau dia tidak setuju dengan harga yang diberikan.

Ditanya soal video tersebut usai menggelar pertemuan dengan pimpinan pusat HKBP, Sabtu (30/11/2019) siang di Rumah Dinas Gubri, Gubri menyampaikan bahwa nantinya akan melakukan pengecekan dan menyelidiki perkara pembebasan lahan buat pembangunan jalan tol Pekanbaru - Dumai tersebut.

"Nantinya saya akan lakukan pengecekan terlebih dahulu pada lahan sawit yang ada di Kandis tersebut," ucap Syamsuar.

Sambungnya, kalau untuk daerah Kandis, sudah ada lahan yang sudah dibebaskan dan itu semua sudah melalui prosedur. Katanya, untuk pembebasan lahan ini sudah dilakukan beberapa kali rapat, baik di Riau maupun di Jakarta (pusat).

"Dan kami juga sudah mendapatkan informasi bahwa pemilik lahan di sana sudah ada yang menerima uang. Maka dari itu, dari segi mana-mananya mereka (pemilik lahan) yang belum mendapatkan kepuasan, nanti akan coba saya cek lagi,"ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang ibu tengah menangis dikarenakan proses eksekusi lahan di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Riau.

Ibu tersebut mengungkapkan, tanahnya dihargai sangat murah.

Video yang viral di media sosial Facebook tersebut pertama kali diunggah oleh akun Vita Siregar Silo, Kamis (28/11/2019).

"Pak Jokowi berikan saya solusi. Sesuai janji Pak Jokowi, tidak ada ganti rugi, adanya ganti untung. Saya tahu Pak Jokowi orang baik. Tidak seperti orang-orang yang di bawah ini," ucap seorang ibu sembari menangis histeris.

Sembari menangis tersedu, si ibu memohon kepada Presiden Jokowi untuk memberi keadilan baginya.

Lebih lanjut, cuitan ini juga telah dibagikan oleh inisiator Partai Gelora, Fahri Hamzah.

Melalui akun Twitter-nya @Fahrihamzah, ia menandai akun Twitter Presiden Jokowi dan akun Kementerian Sekretaris Negara.

Video tersebut viral di media sosial Facebook dan Twitter. Satu di antaranya adalah akun Twitter @RizmaWidiono, Kamis (28/11/2019).

Dalam video tersebut, sang ibu meminta keadilan atas tanah yang ia miliki.

"Saya dikasih janji palsu selama ini, 18 ribu nilai sertifikat tanah saya. Lahan saya kena 5 hektare. Saya sudah bilang tidak menuntut banyak. Saya hanya meminta apa yang diputuskan PN Siak. Tapi semuanya pembohong," ujar ibu yang mengenakan kaos merah muda sembari terus menangis.

Tampak, beberapa polisi wanita berada di sekitarnya. Terlihat pula warga lain yang menyaksikan eksekusi tanah tersebut.

"Tolong saya Pak Jokowi, harga tanah di sini lebih mahal tempe, lebih mahal bakso. Mengurus sertifikat tidak murah dulu saya lakukan," ucapnya.

Ibu tersebut mengaku sudah mengupayakan sedemikian rupa agar mendapat keadilan akan haknya.

"Saya sudah lakukan segala upaya, tidak pernah diajak mufakat. Pihak-pihak mereka secara langsung yang menentukan harga. Tanah ibu sekian, tanah ibu sekian. Bila terima, terima. Bila tidak ajukan pengadilan. Saya sudah ajukan pengadilan. Saya sudah buat semampu saya," ucapnya. *




Artikel Terbaru
sportainment, Minggu, 9 Agustus 2020
Barcelona mengandaskan perlawanan Napoli 3-1 di leg kedua babak 16.

dunia, Minggu, 9 Agustus 2020
Sang miliarder Facebook, Mark Zuckerberg baru saja menjadi.

meranti, Sabtu, 8 Agustus 2020
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan.

pekanbaru, Sabtu, 8 Agustus 2020
Asosiasi Media Siber Indonesia {AMSI} Riau akan menggelar seminar.

sportainment, Sabtu, 8 Agustus 2020
Manchester City melangkah mantap ke babak perempatfinal Liga.

potret, Jumat, 7 Agustus 2020
Sejumlah karyawan melakukan aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK).

meranti, Jumat, 7 Agustus 2020
Sebanyak 93 tapal batas desa dari 96 desa yang ada di Kepulauan.

pekanbaru, Jumat, 7 Agustus 2020
Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 kembali bertambah, dan kali ini.

dunia, Jumat, 7 Agustus 2020
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika.

pekanbaru, Jumat, 7 Agustus 2020
Pascameningkatnya angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau.

Otomotif
Kamis , 06 Agustus 2020