Jumat | 24 Januari 2020
Malam Ini, Detik-detik Imlek di Jalan Karet
Sebentar lagi Tahun Baru Imlek 2571 akan datang dan dirayakan warga Tionghoa di.


Selasa | 21 Januari 2020
Panitia Imlek Bersama Audiensi Dengan Wagubri
Panitia Imlek Bersama yang terdiri dari berbagai ormas Tionghoa, Lembaga.


Selasa | 21 Januari 2020
Siswa SPN Polda Riau GoRo di Vihara Satya Dharma
Sekitar 203 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Vihara Satya Dharma (Kelenteng.

Rubrik : huawen
Perjuangan sang Legenda Bulutangkis
PSMTI Riau Nobar Film Susi Susanti Love All
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Rabu , 04 Desember 2019
Susi Susanti dan Alan Budikusuma didampingi Ketua PSMTI Riau terpilih Stephen Sanjaya (empat kanan) dan Peng Suyoto foto bersama sebelum Nobar.*

PEKANBARU - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar Nonton Bareng (Nobar) film legenda bulutangkis Indonesia, Susi Susanti Love All di Studio XXI Mal SKA Pekanbaru, Selasa (3/12).

Film yang menceritakan sepasang mantan atlet bulutangkis Susi Susanti dan Alan Budikusuma yang memperjuangkan tanah air tercinta.

"Susi Susanti menjadi inspirasi dalam film ini, dan menujukkan cinta tanah air lewat emas pertamanya di nomor tunggal putri olympiade Barcelona tahun 1992," kata Ketua PSMTI Riau terpilih, Stephen Sanjaya.

Dikatakannya, kegiatan untuk kembali membangkitkan jiwa nasionalisme para generasi muda, dan menjalin keakraban dengan masyarakat suku Tionghoa di Pekanbaru dan Riau umumnya.

"Film  mendapat sambutan baik dari masyarakat terbukti 1.044 tiket gratis kita sediakan habis," sebutnya.

Figur dalam film ini, Susi Susanti mengatakan, film dibuat oleh produser Daniel Mananta yang tertarik dengan perjalanan hidup sang legenda bulutangkis Indonesia.

"Sebelumnya beberapa produser juga telah menawarkan untuk mengangkat perjalanan dirinya dalam meraih prestasi dalam cabang bulutangkis," kata Susi.

Dalam film ini tidak hanya menceritakan perjalanan seorang atlet bulutangkis Indonesia dari suku Tionghoa, namun juga ada kisah percintaan, haru, bahkan perjuangan mencari kewarganegaraan.

PSMTI Riau pada September 2018 lalu juga pernah menggelar nonton bersama Jejak Cinta. Film melo drama yang menceritakan seorang desainer batik, Maryana sedang melakukan riset di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) untuk mencari karakter Batik asli dari tanah kelahirannya.

Tidak jauh berbeda dua film yang telah ditayangkan PSMTI Riau ini sama-sama mengisahkan semangat nasionalisme, toleransi beragama dan mengangkat budaya lokal.*

 




Berita Lainnya