Selasa | 21 Januari 2020
Panitia Imlek Bersama Audiensi Dengan Wagubri
Panitia Imlek Bersama yang terdiri dari berbagai ormas Tionghoa, Lembaga.


Selasa | 21 Januari 2020
Siswa SPN Polda Riau GoRo di Vihara Satya Dharma
Sekitar 203 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Vihara Satya Dharma (Kelenteng.


Senin | 20 Januari 2020
Vihara Dhamma Metta Arama Serahkan 400 Paket Sembako
Memudahkan warga Tionghoa kurang mampu untuk merayakan Tahun Baru Imlek,.

Rubrik : hukum
Kebakaran Lahan 115 Hektare
Dua Bos PT SSS Segera Disidangkan
Editor : wisly | Penulis: Linda
Kamis , 05 Desember 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Berkas perkara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) dilimpahkan ke pengadilan. Dua bos perusahaan perkebunan sawit itu  perusahaan perkebunan itu akan disidangkan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Nophy Tennophero South, mengatakan, berkas perkara dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Pengadilan Negeri Pelalawan, Kamis (5/12). "Tadi (kemarin, red) dilimpahkan ke pengadilan," ujar Nophy.

Nophy menyebutkan, ada 11 JPU yang akan melakukan penuntutan terhadap PT SSS di persidangan nanti. "JPU dari 
Kejari Pelalawan dan Kejaksaan Tinggi Riau," ucap Nophy. 

Saat ini JPU menunggu jadwal persidangan dari Pengadilan Negeri Pelalawan. "Tak lama lagi, perkara  akan disidangkan," tutur Nophy.

Sebelumnya, perkara kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan PT SSS disidik oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Dalam perkara ini ada dua tersangka, yakni tersangka yang mewakili korporasi dan tersangka perorangan.

Tersangka korporasi diwakili oleh Direktur Utama PT SSS berinisial EDH. Sementara tersangka perorangan adalah Estate Manager PT SSS, AOH. 

PT SSS ditetapkan sebagai tersangka pada awal Agustus 2019 lalu. Lahan perusahaan yang terbakar seluas 155 hektare. Kebakaran diduga kuat akibat kesengajaan untuk memperluas perkebunan.

Dalam penanganan perkara, polisi sudah meminta keterangan puluhan saksi, baik dari pihak perusahaan, masyarakat dan ahli. Ada 11 ahli dari berbagai universitas dimintai keterangannya.

AOH telah dilakukan penahanan badan di Mapolda Riau pada Senin (7/10/2019) malam karena paling bertanggung jawab atas kebakaran lahan. Dia terlibat langsung di lapangan.

Sementara EDH tidak dilakukan penahanan karena statusnya sebagai tersangka mewakili perusahaan. Hukuman terhadap EDH bisa berupa denda hingga penutupan perusahaan.*




Berita Lainnya