Jumat | 24 Januari 2020
Malam Ini, Detik-detik Imlek di Jalan Karet
Sebentar lagi Tahun Baru Imlek 2571 akan datang dan dirayakan warga Tionghoa di.


Selasa | 21 Januari 2020
Panitia Imlek Bersama Audiensi Dengan Wagubri
Panitia Imlek Bersama yang terdiri dari berbagai ormas Tionghoa, Lembaga.


Selasa | 21 Januari 2020
Siswa SPN Polda Riau GoRo di Vihara Satya Dharma
Sekitar 203 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Vihara Satya Dharma (Kelenteng.

Rubrik : pekanbaru
Realisasi PAD Pekanbaru Capai Rp570 Miliar dari Target Rp780 Miliar
Editor : wisly | Penulis: antarariau
Sabtu , 07 Desember 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru klaim Penerimaan Pajak Daerah (PAD) sudah mencapai Rp570 miliar hingga minggu pertama Desember 2019.

"Dari target tahunan Rp780 miliar, kita berhasil menggapai penerimaan pajak Rp570," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin di Pekanbaru, Sabtu (7/12).

Zulhelmi Arifin menyebutkan. jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu maka realisasi penerimaan pajak daerah saat ini lumayan bagus karena secara tahunan meningkat RpRp104 miliar.

"PAD 2019 tumbuh sebesar 24 persen dibandingkan waktu yang sama tahun 2018 lalu," ujarnya.

"Tahun ini realisasi PAD capaiannya sudah lebih tinggi dari tahun lalu. Ia mengungkap, pertumbuhan sudah di angka 24 persen di banding tahun lalu. Maksudnya, secara tahunan ada peningkatan, walaudiakuinya untuk target 2019, Bapenda belum bisa memenuhi," katanya.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah mematok target pendapatan pajak daerah setempat sebesar Rp780 miliar tahun 2019.

Dengan demikian realisasi PAD Kota Pekanbaru sebesar Rp570 miliar itu diperkirakan baru tercapai sekitar 73 persen dari target.

Ia mengakui, sejauh ini realisasi dari target yang sudah ditetapkan itu belum mampu maksimal meski masih tersisa waktu sebulan lagi hingga penutupan tahun anggaran 2019.

Ia bahkan pesimistismampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah target 100 persen.

"Hingga kemarin sudah Rp570 miliar dari target Rp780 miliar. Mungkin tak akan tercapai di angka itu," pungkas Zulhelmi.




Berita Lainnya