Selasa | 21 Januari 2020
Panitia Imlek Bersama Audiensi Dengan Wagubri
Panitia Imlek Bersama yang terdiri dari berbagai ormas Tionghoa, Lembaga.


Selasa | 21 Januari 2020
Siswa SPN Polda Riau GoRo di Vihara Satya Dharma
Sekitar 203 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Vihara Satya Dharma (Kelenteng.


Senin | 20 Januari 2020
Vihara Dhamma Metta Arama Serahkan 400 Paket Sembako
Memudahkan warga Tionghoa kurang mampu untuk merayakan Tahun Baru Imlek,.

Rubrik : etalase
Umat Kring Santo Fransiskus Xaverius Rayakan Pesta Pelindung
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Minggu , 08 Desember 2019
Ketua stasi, M Nainggolan Br Sinaga (tiga kanan) foto bersama ketua Kring Santo Fransiskus Xaverius (kanan) beserta pengurus, Minggu (8/12). (nov)

PEKANBARU - Umat Kring Santo Fransiskus Xaverius melakukan perayaan pesta Pelindung Kring Santo Fransiskus Xaverius sekaligus memperingati terbentuknya kring ke lima tahun dilapangan Bola Voli RT 004 RW 010 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Ketua panitia pelaksana pesta, S Purba Br Aritonang, mengatakan, kegiatan diawali dengan ibadah yang diikuti lebih kurang 250 umat, setelahnya acara dilanjut pemotongan kue, hiburan anak-anak, dan makan bersama.

"Kami syukur telah diberikan kesempatan berkumpul dalam pesta pelindung kring santo fransiskus xaverius dan perayaan hari jadi ke 5 tahun," kata Purba, Minggu (8/12).

Ia berharap, kring ini semakin maju dan semakin erat tali persaudaraan dan tampil menonjol daripada kring yang lain dalam memuliakan tuhan.

Senada dengan itu, Ketua kring Santo Fransiskus Xaverius, Mangaratua Sinaga mengatakan, pesta ini terlaksana berkat kesepakatan bersama seluruh umat kring santo fransiskus xaverius untuk membawa pelindung ini supaya mengikuti jejak fransiskus.

"Kita tahu visi misi fransiskus memberitakan Injil kepada seluruh dunia dengan tujuan semua umat beriman khususnya katolik di Pekanbaru bisa bersama mengikuti jejak fransiskus xaverius," kata Mangaratua Sinaga.

Ia menyebut, gereja katolik ialah gereja universal yang memiliki kepala diberi nama keuskupan atau wilayah administratif yang diatur oleh seorang uskup termasuk di dalamnya Paroki, Stasi dan Kring.

"Ini persekutuan atau kumpulan bersama yang ingin meningkatkan iman kepada tuhan Yesus Kristus. Kalau kami Paroki Santo Paulus Pekanbaru," sebutnya.

Saat ini lanjutnya, kring santo fransiskus berjumlah 50 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa lebih kurang 180 orang termasuk anak-anak.

Ia berharap, gelaran ini dapat menyampaikan kabar gembira kepada seluruh umat katolik yang belum mengetahuinya. Kegiatan sudah dua kali terlaksana sejak masa priode dirinya menjabat sebagai ketua lingkungan atau kring.

"Saya sudah dua periode dipercaya menjadi ketua lingkungan. Saya harap ketua berikutnya dapat melanjutkan kegiatan yang sudah ada bahkan bisa dilakukan jauh lebih meriah lagi," pesannya. "Setiap acara yang kita lakukan telah melalui kesepakatan bersama umat dilingkungan ini," tambahnya.

Sementara itu, Ketua stasi M Nainggolan Br Sinaga, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan kring ini. Selain kebersamaan yang tinggi umatnya begitu antusias dalam menyebarkan kebaikan dilingkungan sendiri dan juga dalam stasi.

Mengingat jarak dari kring ke stasi lebih kurang tujuh kilo, umat kring ini membentuk sekolah minggu demi kemajuan anak-anak kring.

"Kita dari stasi sangat mendukung inisiatif umat, serta mengapresiasi pelayanan dalam kring, ibadah dan ulang tahun pelindung ini. Umat juga mengundang sembilan kring yang ada di Stasi Rajawali," sebutnya.

Kring ini bisa dikatakan masih muda namum cukup banyak kontribusinya kepada umat. Semoga semakin maju dikemudian hari bisa membentuk satu stasi. "Karena apabila sudah ada empat kring yang jaraknya berdekatan sudah bisa membentuk satu stasi," harapnya. 




Berita Lainnya