Jumat | 24 Januari 2020
Malam Ini, Detik-detik Imlek di Jalan Karet
Sebentar lagi Tahun Baru Imlek 2571 akan datang dan dirayakan warga Tionghoa di.


Selasa | 21 Januari 2020
Panitia Imlek Bersama Audiensi Dengan Wagubri
Panitia Imlek Bersama yang terdiri dari berbagai ormas Tionghoa, Lembaga.


Selasa | 21 Januari 2020
Siswa SPN Polda Riau GoRo di Vihara Satya Dharma
Sekitar 203 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Vihara Satya Dharma (Kelenteng.

Rubrik : meranti
Kapal Sarat Muatan Pasir Tabrak Pelabuhan Desa Kudap Meranti
Editor : wisly | Penulis: Ali
Kamis , 12 Desember 2019
Pelabuhan rakyat di Desa Kudap Kecamatan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti ditabrak kapal pada Rabu (11/12/2019) dini hari.

SELATPANJANG - Kapal bermuatan pasir menabrak pelabuhan rakyat di Desa Kudap Kecamatan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti pada Rabu (11/12/2019) dini hari.

Akibatnya dermaga dan ruang tunggu di pelabuhan tersebut hancur dan nyaris terjun ke laut. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini

Kepala Desa Kudap, Sutrisno ketika dikonfirmasi, Kamis (12/12/2019) membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, melalui keterangan dari salah satu satu warga yang bernama Nurdin melihat kapal tersebut datang dari arah Bengkalis dengan sarat muatan berisi material pasir sekira pukul 04:00 WIB.

Dikatakan, setelah menabrak pelabuhan, kapal itu pun berlalu pergi tanpa menghiraukan teriakan beberapa warga yang kebetulan berada di lokasi.

"Kapal itu berlalu pergi dengan begitu saja tanpa menghiraukan panggilan warga yang berusaha mencegahnya," kata Sutrisno.

Dengan adanya insiden tersebut, kepala Desa Kudap kecewa, karena sampai hari ini pemilik kapal maupun kapten tidak ada itikad baik untuk bertemu pihak desa dan bertanggung jawab atas apa yang disebabkanya.

"Selaku pemerintah desa saya merasa sangat kecewa dengan apa yang terjadi. Kapal yang menabrak pelabuhan satu-satunya di desa kami tidak bertanggung jawab sedikit pun setelah pelabuhan roboh di tabrak malah di tinggal begitu saja," ujarnya.

Dengan robohnya pelabuhan tersebut, Sutrisno khawatir perekonomian dan aktifitas warga yang ingin berpergian akan terhambat.

Untuk itu dia berharap kepada pemerintah daerah membantu memperbaiki infrastruktur vital tersebut.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan pelabuhan di desa kami. Karena ini satu-satunya pelabuhan yang bisa kami fungsikan di desa kami, jika pelabuhan ini lumpuh maka lumpuh jugalah pencarian masyarakat kami yang mengantung nasib mencari rezeki di pelabuhan ini seperti para penambang pompong atau para buruh pelabuhan," ungkap Sutrisno.

Dia menambahkan, bahwa kondisi pelabuhan tersebut sudah sedikit rapuh dan membutuhkan perawatan dan harus segera direnovasi.

"Kondisi pelabuhan itu sudah sangat memprihatinkan. Padahal sudah lama kami mengajukan permohonan bantuan pembangunan namun sampai saat ini belum ada realisasi atau perhatian dari Pemkab," ujarnya.

Terhadap kejadian tersebut, pihaknya sudah melaporkan kejadian dan kondisi pelabuhan ke KSOP kelas II Tanjung Buton Wilayah kerja Bandul Kecamatan Tasik Putripuyu. Selain itu juga sudah berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Meranti melalui Bhabinkamtibmas Polsek Merbau.

"Sudah kita laporkan kepada pihak-pihak terkait. Sampai saat ini kami masih berupaya mencari solusi terbaik karena untuk menindaklanjuti hal ini kita tidak punya data lengkap tentang kapal tersebut," pungkasnya.*




Berita Lainnya