Sabtu | 15 Februari 2020
PSMTI Riau Gelar Seminar Bisnis Untuk Bersaing di Era Digital
Sekitar 120 peserta mengikuti seminar dengan tema "Siapkah Bisnis Anda.


Minggu | 09 Februari 2020
IKTS Gelar Imlek Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) menggelar Imlek.


Minggu | 09 Februari 2020
Ribuan Warga Pekanbaru Meriahkan Perayaan Cap Go Meh
Ribuan warga Pekanbaru memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2571/2020 di Kampung.

Rubrik : pekanbaru
Forum RT/RW Pekanbaru Desak Intensif Tertunda Dibayarkan
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Rabu , 22 Januari 2020
Puluhan massa tergabung dalam Forum Komunikasi RT dan RW se Kecamatan Kota Pekanbaru, saat demo di depan Kantor Walikota Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Rabu (22/1). Mereka menuntut pembayaran intesif yang tertunda pada 2019 segera dibayarkan. (no

PEKANBARU - Puluhan massa tergabung dalam Forum Komunikasi RT dan RW Kota Pekanbaru melakukan unjuk rasa di Kantor Walikota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (22/1).

Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membayar intensif yang tertunda pada 2019 lalu.

Massa yang mengenakan seragam bertulis RT/RW Kota Pekanbaru datang ke Kantor Walikota pada pukul 09.30 WIB. Mereka membawa spanduk berisi tuntutan dan menyampaikan orasi agar hak mereka dibayarkan oleh pemerintah.

’Kami meminta Walikota Pekanbaru melunasi insentif selama tiga bulan pada 2019. Insentif harus dibayar di awal Februari 2020,’’ ujar Kordinator Lapangan, Edryanto Syanur.

Pendemo menyebutkan, untuk insentif saat ini hanya dibayar 10 bulan. Mereka meminta agar Pemko Pekanbaru membuatkan peraturan daerah pembayaran insentif menjadi 12 bulan. Pengunjuk rasa juga menuntut agar pembayaran insentif dibayarkan setiap bulan di tanggal 10.

"Kami harap dari aksi ini tolong perhatikan para RT RW. Kami memang pemimpin paling bawah, untuk diketahui kami telah bekerja selama 1x 24 jam. Untuk itu kami minta eksekusi dari Oemko segera memenuhi tuntutan," jelas Edryanto.

Selain menuntut intensif dibayarkan, massa juga menyampaikan empat tuntutan lain. Di antaranya meminta pekerjaan galian jaringan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kecamatan Sukajadi yang tak kunjung tuntas hingga saat ini.

Pekerjaan IPAL yang tak kunjung tuntas mengakibatkan lumpuhnya ekonomi masyarakat sekitar. Hal lain, ruas jalan bekas galian jaringan IPAL rusak hingga saat ini tidak diperbaiki seperti sedia kala dan menyebabkan polisi udara. 

"Kita minta Pemko supaya dapat menggesa pekerjaan supaya cepat selesai karena dampaknya dirasakan oleh seluruh masyarakat Pekanbaru," ucap 

Selama aksi orasi pun mereka hanya dapat bertemu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru, Syofaizal, didampingi Kepala Satpol PP, Agus Pramono. Aksi demo yang hanya berlangsung sekitar satu jam, kemudian berlanjut ke Kantor DPRD Pekanbaru.

Syofaizal menyebutkan akan menyampaikan aspirasi kepada Walikota Pekanbaru, Firdaus.’’Aspirasi ini akan kita terima dan kita sampaikan pada pimpinan,’’ kata dia.

Unjuk rasa mendapat pengawalan dari kepolisian dan Satpol PP. Massa meninggalkan Kantor Walikota Pekanbaru yang saat ini menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk selanjutnya menuju Kantor DPRD Pekanbaru.*
 




Berita Lainnya