Selasa | 20 Agustus 2019
HUT ke-74 RI, Yayasan Hemadhiro Mettavati Gelar Pesta Rakyat di Okura
Yayasan Hemadhiro Mettavati menggelar acara pesta rakyat bertajuk Mengenang.


Minggu | 18 Agustus 2019
Pengurus Persaudaraan Marga Zhang Riau Resmi Dilantik
Persaudaraan Marga Zhang Riau masa bhakti 2019-2022 yang diketuai Robert Iwan.


Minggu | 18 Agustus 2019
Sambut HUT Kemerdekaan RI, Muda-Mudi IKTS Gelar Berbagai Lomba
Muda-mudi Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) menggelar.

Rubrik : dunia
Serangan Christchurch Tanda untuk Lawan Islamofobia
Editor : Adlis | Penulis: Rep
Minggu , 17 Maret 2019
Presiden Iran Hassan Rouhani.

TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan dunia internasional berdiri melawan islamofobia. Pernyataannya berkaitan dengan serangan terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat lalu.

Rouhani mengecam serangan brutal di Christchurch. "Serangan teroris, rasialis terhadap jamaah Muslim di Selandia Baru adalah tindakan brutal dan tragis yang memenuhi hati semua Muslim dan orang-orang bebas di seluruh dunia, termasuk bangsa Iran, dengan kesedihan mendalam," katanya, Sabtu (16/3), dikutip laman Anadolu Agency.

"Serangan itu adalah tanda lain untuk pentingnya perang komprehensif melawan terorisme dan penyebaran kebencian terhadap kelompok etnis dan agama, juga islamofobia yang umum di Barat, yang sayangnya dikipasi oleh beberapa kekuatan Barat," kata Rouhani seperti dilansir republika.co.id

photo
Menurut Rouhani, serangan di Selandia Baru membuktikan terorisme masih menjadi momok global. Dia menilai dibutuhkan perjuangan terpadu dan pendekatan identik semua negara terhadap kekerasan serta ekstremisme di mana pun di dunia.

Dua masjid di Christchurch menjadi sasaran penembakan brutal pada Jumat lalu. Setidaknya 50 orang telah dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sementara puluhan lainnya masih dirawat.

Pelaku penembakan diketahui bernama Brenton Tarrant, seorang warga Australia. Dia ditangkap sekitar 30 menit pascakejadian. Pada Sabtu lalu, Tarrant telah menjalani sidang perdananya.

Dia didakwa dengan satu pasal pembunuhan. Namun, pasal-pasal lain diperkirakan akan dikenakan terhadapnya. [*]




Berita Lainnya