Selasa | 21 Mei 2019
IKTS dan PB Bambu Kuning Undang Tuna Netra Buka Puasa Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) mengundang tuna.


Senin | 20 Mei 2019
Vihara Kwan Tee Kong Bio Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagikan 250 Paket Lebaran
Vihara Satya Dharma (Kwan Tee Kong Bio) Jalan Tanjung Katung, Kelurahan Umban.


Minggu | 19 Mei 2019
Sambut Idul Fitri, Marga Huang Bagikan Paket Sembako
Yayasan Marga Huang Pekanbaru membagikan 70 paket sembako kepada umat muslim.

Rubrik : dunia | Minggu , 17 Maret 2019
Serangan Christchurch Tanda untuk Lawan Islamofobia
Editor : Adlis | Penulis: Rep
Presiden Iran Hassan Rouhani.

TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan dunia internasional berdiri melawan islamofobia. Pernyataannya berkaitan dengan serangan terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat lalu.

Rouhani mengecam serangan brutal di Christchurch. "Serangan teroris, rasialis terhadap jamaah Muslim di Selandia Baru adalah tindakan brutal dan tragis yang memenuhi hati semua Muslim dan orang-orang bebas di seluruh dunia, termasuk bangsa Iran, dengan kesedihan mendalam," katanya, Sabtu (16/3), dikutip laman Anadolu Agency.

"Serangan itu adalah tanda lain untuk pentingnya perang komprehensif melawan terorisme dan penyebaran kebencian terhadap kelompok etnis dan agama, juga islamofobia yang umum di Barat, yang sayangnya dikipasi oleh beberapa kekuatan Barat," kata Rouhani seperti dilansir republika.co.id

photo
Menurut Rouhani, serangan di Selandia Baru membuktikan terorisme masih menjadi momok global. Dia menilai dibutuhkan perjuangan terpadu dan pendekatan identik semua negara terhadap kekerasan serta ekstremisme di mana pun di dunia.

Dua masjid di Christchurch menjadi sasaran penembakan brutal pada Jumat lalu. Setidaknya 50 orang telah dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sementara puluhan lainnya masih dirawat.

Pelaku penembakan diketahui bernama Brenton Tarrant, seorang warga Australia. Dia ditangkap sekitar 30 menit pascakejadian. Pada Sabtu lalu, Tarrant telah menjalani sidang perdananya.

Dia didakwa dengan satu pasal pembunuhan. Namun, pasal-pasal lain diperkirakan akan dikenakan terhadapnya. [*]




Berita Lainnya