Minggu | 05 April 2020
Tionghoa Peduli Covid-19 Gandeng LAM Riau Gelar Baksos
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama ormas Tionghoa dan.


Sabtu | 04 April 2020
Antisipasi Virus Corona, IKTS Semprotkan Disinfektan ke Rumah Warga
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) melaksanakan bakti.


Kamis | 02 April 2020
PSMTI Kota Pekanbaru Salurkan Tangki Cuci Tangan dan Disinfektan
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, menyalurkan.

Rubrik : potensa
Telkom Buka Pendaftaran Program Indigo Game Startup Incubation Batch 2
Editor : wisly | Penulis:
Jumat , 07 Februari 2020

JAKARTA -  Dalam rangka mengembangkan ekosistem digital di Indonesia, khususnya ekosisxem game, PT Telkom Indonesia (Perserol Tbk (Telkom) kembali menyelenggarakan program Indigo Game Startup Incubation. Pendaftaran batch 2 program tersebut telah dibuka sejak 31 Januari 2020, bersamaan dengan event Global Game Jam 2020 yang diadakan serentak di berbagai negara termasuk Indonesia.

Program Indigo Game Startup Incubation akan mengadakan roadshow ke Iima kota besar di Indonesia mulai minggu kedua Februari 2020, yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.

Direktur Digital Business Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, Indigo Game Startup Incubation sendiri merupakan program inkubasi pertama untuk game Startup di Indonesia. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Telkom Indonesia dengan PT Agate International yang berada dalam naungan Indigo Creative Nation. Program ini telah berjalan dari September 2019 dan sudah berhasil menaikkan 10 game slartup per Desember 2019.

"Program Indigo Game Startup Incubation merupakan salah satu langkah awal Telkom Indonesia dalam memajukan industri game di Indonesia. Game will be Ihefuture of digital business. Let’s growing it and be serious at it,” ujar Faizal.

Berdasarkan Iaporan Newzoo, perusahaan penyedia data analitik industri game dan espons, bahwa besar pasar game di Indonesia sudah tumbuh menjadi sekitar 879,7 juta dolar AS pada 2017 lalu. Bahkan, pada The Global Mobile Game Confederation (GMGC) SEA Mobile Report 2017 disebutkan bahwa terjadi kenaikan besaran pasar yang signifikan dari tahun 2013 hingga 2017, yaitu sebesar 37,396 per tahun.

Namun, walaupun pertumbuhan pasar tersebut besar, menurut data dari Asosiasi Game Indonesia (AGI), dari seluruh game yang dijual di Indonesia, hanya 8% pendapatan yang masuk ke perusahaan yang ada di Indonesia. ltupun dari game yang dijual, hanya sekitar 0,11% yang merupakan produk hasil dalam negeri.

Faizal menyatakan bahwa pada Indigo Game Startup Incubation batch 1, sejumlah game developerstartup yang berpartisipasi menyatakan bahwa mereka sebelumnva kesulitan dalam mendapatkan dana pengembangan game. Kebanyakan stanup tersebut hanya bisa bekerja memakai fasilitas seadanya di rumah mereka, atau bahkan di café untuk mendapatkan internet yang cukup cepat. Selain itu, kurangnya pengetahuan mereka tentang industri game serta kurangnya kemampuan dalam meraih target pasar yang dituju. menjadi kendala yang menyebabkan game yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama di industri.

Untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh para game developer Startup di Indonesia, diperlukan sebuah wadah yang dapat menampung semua penyelesaian masalah tersebut. Wadah yang dimaksud ini adalah program Indigo Game Startup Incubation. Program ini bertujuan membantu para game studio/game developer Startup di Indonesia agar mereka dapat membuat game terbaik serta menjadi developer yang dapat benahan dan menguasai pasar industri game di negeri sendiri.

Sesuai dengan harapan yang disampaikan oleh Arief Widhiyasa selaku CEO PT Agate International, “Sudah saatnya Indonesia menjadi produsen dalam menghasilkan produk hasil sendiri ke dalam industri game di Indonesia, tidak hanya menjadi konsumen yang menikmati produk dari luar." jelasnya.

Program ini memberikan berbagai keuntungan bagi para game developer Startup yang terpilih, seperti memperoleh dana pengembangan, panduan dari mentor yang berpengalaman dan ruang keria bersama yang memudahkan untuk pengembangan game-nya agar tetap produktif. Selain itu, para kandidat terpilih juga memiliki kesempatan untuk menguji game nya ke target pasar yang dituju. serta memvalidasi retensi dan monetisasi game nya. Di akhir program, para kandidat terpilih akan diberikan kesempatan untuk

Program ini kembali diadakan di bulan Februari 2020, dengan timeline satu bulan penama untuk periode boatcamp dan tiga bulan berikumya untuk periode inkubasi para kandidat yang terpilih. Seirama periode pertama, para kandidat yang telah mendaftar akan diberikan kesempatan untuk membuat sebuah ide game baru, atau menyempurnakan game yang telah dimiliki. Kandidat diperbolehkan untuk mengikuti online course DiLo Game Academy yang bisa diakses melalui httgzaacademydllojdl. (Rls)




Berita Lainnya