Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : inhu
Dihadapan Kadisdik Riau
Murid Pemukul Kepsek Minta Maaf
Editor : wisli | Penulis: dasmun
Selasa , 19 Maret 2019
Kepala Sekolah dan murid yang mencekiknya saling berpelukan setelah berdamai.(das)

RENGAT– Murid kelas XII SMAN 2 Rakit Kulim AD (19) yang mencekik, menendang serta memukul kepala sekolahnya berakhir damai. Setelah sang murid meminta maaf kepada kepala sekolah dengan mediasi berbagai pihak.

Sebelumnya, Rabu (14/3), korban Bambang Fajrianto yang merupakan Kepala Sekolah SMAN 2 Rakit Kulim melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kelayang, Kabupaten Inhu.

“Pada Senin (18/3) sekitar pukul 16.30 WIB telah dilakukan mediasi terkait terjadinya peristiwa tindak pidana penganiayaan atau kekerasan fisik tersebut,” kata Kapolres lnhu, AKBP Dasmin Ginting S Ik melalui Ps Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran, Selasa (19/3).

Mediasi dihadiri Kepala Dinas pendidikan Provinsi Riau, Rudyanto, Kabid Pembina SMK Provinsi Riau, Aidil, Kabid Pembina Kepegawaian Provinsi Riau, Joyosman, Ketua MKKS Kabupaten Inhu, Aristo, Kapolsek Kelayang, AKP Rinaldi Parlindungan SH.

Turut hadir Kepala Sekolah SMA 2 Rakit Kulim Bambang Fajrianto, Kanit Reskrim AIPDA P Krisdianto Sinaga S Sos, Kepala Desa Petonggan Rajiskhan dan Kepala Desa Talang Perigi Rudi Hartono.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Provinsi Riau, Rudyanto menyesalkan terjadinya peristiwa penganiayaan tersebut.

Dirinya meminta dan mengupayakan mediasi dengan memberikan nasehat, baik Kepala Sekolah (pelapor) maupun murid (terlapor).

“Rudyanto menyarankan kepada pelapor Bambang Fajrianto agar menyelesaikan permasalahan secara Kekeluargaan,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Kelayang menyarankan kepada pihak pelapor dan terlapor dengan memberikan ruang agar permasahalan diselesaikan secara kekeluargaan.

Adapun hasil dari mediasi dituangkan dalam surat kesepakatan perdamaian antara kedua belah pihak.

“Disepakati bahwa pihak kedua (terlapor) bersedia meminta maaf kepada pihak pertama (pelapor) atas kesalahannya,” terangnya.

Selanjutnya pihak pertama juga bersedia untuk memaafkan pihak kedua, kemudian kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dengan sepenuh hati dan ikhlas tanpa ada paksaan dari siapapun.*




Berita Lainnya