Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.


Rabu | 25 Maret 2020
Tradisi Ritual Cheng Beng di Selatpanjang Dibatalkan
Pelaksanaan tradisi ziarah kubur, atau dikenal dengan istilah Cheng Beng di.


Senin | 09 Maret 2020
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.

Rubrik : hukum
Tilap Pajak Rp 735 Juta , Direktur CV ABM Ditahan Jaksa
Editor : wisly | Penulis: linda
Rabu , 26 Februari 2020

PEKANBARU - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah DJP Riau menyerahkan AF, tersangka penggelapan pajak sebesar Rp 735.680.312 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Direktur CV Adhitya Berkat Mandiri (ABM) itu ditahan.

Proses tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan setelah berkas tersangka dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Sebelum diserahkan ke kejaksaan, tersangka AF terlebih dahulu dicek kesehatan.

"Hari ini, kami menerima penyerahan tahap II tersangka AF. Tersangka ditahan selama 20  hari di Rutan Klas IIB Pekanbaru," ujar Plh Kajari Pekanbaru, Heru Widarmoko, usai proses tahap II di Kantor Kejari Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (26/2/2020).

Dengan proses tahap II ini, penanganan kasus menjadi tanggung jawab Kejari Pekanbaru. JPU akan menyusun dakwaan, dan akan menyerahkan tersangka ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk disidangkan.

Menurut Heru, pihaknya sudah menyiapkan 9 jaksa untuk persidangan nanti. Lima jaksa berasal dari Kejaksaan Tinggi Riau dan 5 jaksa dari Kejari Pekanbaru.

Plt Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Riau, Syarifuddin Syarif, menjelaskan, tersangka AF menilap pajak yang berupa penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. Tersangka tidak menyetor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah dipotong selama Januari 2012 hingga Desember 2013.

"Perbuatan tersangka menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dari sektor perpajakan sekurang-kurangnya Rp 735.680.312," kata  Syarifuddin didampingi
Kabid Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Kanwil DJP Riau, Agus Satria.

Kasus yang menjerat AF merupakan pengembangan dari perkara Direktur CV ABM sebelumnya, Zulkarnain Rangkuti. Zulkarnain sudah divonis bersalah oleh hakim dan kasusnya sudah inkrah.

Di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Zulkarnain divonis 2 tahun penjara. Dia juga  dihukum membayar denda Rp1.507.360.624 atau dua kali lipat dari pajak yang digelapkannya. 

Pasca Zulkarnain ditangkap, AF mendatangi Kanwil DJP Riau dan menyebut kalau dirinya Direktur ABM. Menurut AF, semaua kewajiban pajak di perusahaan perbengkelan itu menjadi tanggung jawab dirinya.

Kanwil DJP Riau sudah memberi kesempatan kepada AF untuk menyetorkan kewajiban pajak perusahaannya tapi tidak diindahkan. dia tidak punya itikad baik, dan uang pajak justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

Tersangka dijerat Pasal 39 ayat (1) huruf d jo Pasal 39 ayat (1) huruf i jo Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.  Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 6 kali jumlah pajak dalam faktur pajak.*




Berita Lainnya