Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.


Rabu | 25 Maret 2020
Tradisi Ritual Cheng Beng di Selatpanjang Dibatalkan
Pelaksanaan tradisi ziarah kubur, atau dikenal dengan istilah Cheng Beng di.


Senin | 09 Maret 2020
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.

Rubrik : meranti
Lapas Selatpanjang Terbuka soal Informasi Terhadap Wartawan
Editor : wisly | Penulis: Ali
Kamis , 27 Februari 2020
Media Gathering dengan tema "Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020" bertempat di Lapas Kelas IIB Selatpanjang.

SELATPANJANG - Lapas Kelas II B Selatpanjang menggelar Media Gathering dengan tema "Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020" bertempat di Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Kamis (27/2/2020).

Kegiatan dilakukan dengan sharing session oleh undangan dan peserta kegiatan media gathering melalui teleconfrence aplikasi zoom bersama Ditjen Pemasyarakatan di Jakarta dan seluruh unit Lapas dan Rutan yang ada di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana, anak didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Selatpanjang Haidi Zamri, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3KB) Kepulauan Meranti Agusyanto, sejumlah pejabat dan staf lapas Selatpanjang, beberapa insan pers dan undangan lainnya.

Melalui telconfrence Direktur Jendral Pemasyarakatan Dr Sri Puguh Dwi Utami mengatakan kegiatan gathering ini dilakukan untuk menjalin kerjasama dan sinergitas dengan media agar informasi yang diterima masyarakat dari unit kerja pemasyarakatan utuh dan berimbang.

"Selama perjalanan menjalankan tugas belum ketemu format yang tepat untuk bisa memberikan informasi secara utuh seperti apa lembaga pemasyarakatan itu," ujar Utami.

Dirinya mengatakan sebanyak 415.000 jumlah warga binaan di lapas dan rutan, kebanyakan merupakan warga binaan dengan kasus narkoba. Hal ini juga menjadi atensi Ditjen pemasyarakatan agar dicarikan formulasi bagaimana orang yang terjerat kasus narkoba bisa mendapatkan rehabilitasi.

Selain itu Ditjen pemasyarakatan juga fokus untuk menciptakan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di setiap unit rutan dan lapas yang ada di Indonesia.

Kepala Seksi  Bimbingan Narapidana, Anak didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Selatpanjang Haidi Zamri mengatakan kegiatan Media Gathering dilakukan untuk merajut silaturahmi dengan insan pers yang ada di Kepulauan Meranti.

"Jadi media itu dapat memberikan informasi kepada khalayak ramai mulai dari kegiatan maupun masalah-masalah lainnya selama pembinaan di lapas ini," ujar Zamri.

Zamri mengatakan selama ini mungkin ada anggapan bahwa Lapas Selatpanjang tertutup terhadap sejumlah informasi.

"Pada intinya kami terbuka kepada awak media. Sekarang kami buka pintu yang tertutup itu, bukan dalam arti kata kami buka seluas-luasnya, ada batasan yang bisa kita publikasikan ada yang tidak perlu kita publikasikan," ujar Zamri.

Zamri mengatakan kehadiran media juga sangat berpengaruh sebagai penyambung informasi kepada masyarakat.

"Jadi kegiatan-kegiatan pembinaan yang kita lakukan bisa diketahui oleh masyarakat," ujarnya.

Untuk saat ini pihak lapas Selatpanjang fokus untuk pembinaan warga binaan

"Sekarang kita ada dua program jasmani dan rohani baik olahraga dan ibadah bagi seluruh warga binaan," ujar Zamri.

Zamri juga mengatakan sebagai wujud mencapai Zona Integritas bebas korupsi, seluruh pegawai maupun staf sudah dibekali dan diarahkan untuk menghindari pungli serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

"Mulai dari depan (pintu masuk) ada tim kami untuk memberikan pelayanan, ada duta pelayanan yang menggunakan selempang mulai dari situ akan dilayani sebaik-baiknya," ungkap Zamri.

Selain itu dikatakan Zamri pihaknya akan membangun sejumlah fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke lapas. "Seperti AC, ada TV juga jadi pengunjung untuk menunggu antrian harus merasa nyaman," ungkap Zamri lagi.

Persoalan lain yang dihadapi Lapas Selatpanjang saat ini adalah over kapasitas dari warga binaan. Dimana saat ini warga binaan yang ada di Lapas Selatpanjang berjumlah 313 orang sementara kapasitas lapas hanya 84 orang.

"Dari segi fasilitas kita memang cukup kendala, seharusnya satu kamar untuk 15 orang sekarang bisa diisi sampai 30 orang," ungkapnya.

Walaupun demikian Zamri mengatakan dengan pembinaan dan pemahaman yang diberikan kepada warga binaan, permasalahan yang mungkin bisa terjadi dapat diminimalisir.

"Sampai sekarang tidak ada gesekan yang terjadi antara warga binaan, dan ke depan kita harapkan tetap seperti itu," pungkasnya.*




Berita Lainnya