Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.


Rabu | 25 Maret 2020
Tradisi Ritual Cheng Beng di Selatpanjang Dibatalkan
Pelaksanaan tradisi ziarah kubur, atau dikenal dengan istilah Cheng Beng di.


Senin | 09 Maret 2020
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.

Rubrik : rohil
Terkait Lima ABK Ditangkap Malaysia, Pemkab Rohil Diminta Cepat Tanggap
Editor : wisly | Penulis: afrizal
Kamis , 27 Februari 2020
ilustrasi

BAGANSIAPIAPI - Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir (Rohil) Abdul Kosim, meminta Pemerintah kabupaten (Pemkab) cepat tanggap atas ditangkapnya lima ABK oleh polisi Malaysia yang merupakan warga Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).

"Ini insiden kedua kalinya bagi nelayan Kecamatan palika ditangkap polis marine Malaysia, untuk itu saya pikir pemkab harus cepat respon dan tanggap," ujar Abdul Kosim, Kamis (27/2).

Pria yang akrab disapa Akos ini, mengatakan, jika benar para nelayan memasuki wilayah perairan Malaysia, hal itu bukanlah kesengajaan. "Karena tapal batas perairan Indonesia dan Malaysia tidak bisa dilihat secara abstrak, apalagi nelayan kita masih tradisional, tidak punya alat yang canggih," katanya.

Pada 2016 lalu, terang Abdul Kosim, sebanyak 19 nelayan asal Kecamatan Palika juga ditangkap polis marine malasysia. "Waktu itu saya sebagai Wakil Ketua DPRD Rohil, salah satu rombongan berangkat ke kedutaan besar Indonesia di Malaysia, dan Alhmdulillah atas bantuan kedutaan besar Indonesia di Malaysia, semua nelayan kita dilepaskan," paparnya.

Untuk itu, katanya lagi, Pemkab Rohil harus segera berkoordinasi dengan konsulat Malaysia di Pekanbaru dan berkoordinasi dengan kedutaan RI di Malaysia.

"Kita minta bantuan hukum di kedutaan kita di Malaysia, bisa saja polis marine asal tangkap dan caplok wilayah kita, meski demikian biasanya nelayan kita punya alat kompas (penunjuk arah) bisa dicek nanti dengan alat kompas tersebut apakah benar masuk perairan Malaysia atau tidak," pungkasnya.*




Berita Lainnya