Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.


Rabu | 25 Maret 2020
Tradisi Ritual Cheng Beng di Selatpanjang Dibatalkan
Pelaksanaan tradisi ziarah kubur, atau dikenal dengan istilah Cheng Beng di.


Senin | 09 Maret 2020
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.

Rubrik : pekanbaru
Pemprov Riau Ingin Kembalikan Kejayaan Sektor Perikanan
Editor : wisly | Penulis: Rivo
Kamis , 27 Februari 2020
Gubri

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar sebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan terus berupaya untuk mengembalikan masa kejayaan penghasilan ikan di Riau.

"Flashback ke masa lalu, berdasarkan sejarah, dulunya Provinsi Riau tepatnya di perairan Bagansiapiapi sempat menjadi penghasil ikan terbesar di Indonesia bahkan di dunia," ungkap Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat menjamu Mahasiswa Perikanan, Rabu (26/2/2020) malam di Pauh Janggi.

Untuk kedepan, sambung Gubri, Pemprov Riau akan memikirkan cara bagaimana dapat meningkatkan penghasilan ikan, dan dikolaborasikan dengan pariwisata, sehingga melalui hal tersebut akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan.

"Kami ingin mengembalikan kejayaan itu, nelayan juga harus sejahtera jangan sampai toke saja yang kaya, sedangkan masyarakat penghasilannya segitu saja," sebut Gubri.

Disebutkannya, Riau termasuk daerah yang cukup luas kawasan perairannya dan berbatasan langsung dengan perairan Malaysia. Karena itu, hal ini menjadi tantangan sekaligus merupakan peluang besar bagi Riau untuk bisa memajukan sektor perikanan.

"Sejauh ini tangkapan ikan di Riau masih banyak, namun tidak seimbang antara pendapatan ikan oleh nelayan dibandingkan dengan produk yang didapatkannya," terang Gubri.

"Perairan kita memang luas, tapi hasilnya belum nampak. Nelayan pernah curhat, ikan mereka dibeli oleh toke dengan harga murah kemudian dijual ke negara tetangga dan nelayan tidak bisa menolak karena tidak ada pasar lain sementara merekanya butuh uang," ujarnya.

Selain itu, tambah Gubri, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara luar, tantangan terbesar di bidang perikanan saat ini adalah berurusan dengan toke yang telah lama berkecimpung di bidang perikanan. Karena mereka menjual ikannya ke negara tetangga tanpa melalui pengawasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

"Sehingga mengakibatkan hasil ikan Riau dinikmati orang luar, sementara masyarakat Riau sendiri hanya mendapatkan bagian dari ikan-ikan kecil yang didapatkan nelayan," sebutnya.

Dan melalui kesempatan itu, Gubri Syamsuar juga mengajak seluruh masyarakat Riau untuk bersatu padu dalam mengembalikan kejayaan perikanan di Riau, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Riau.*




Berita Lainnya