Selasa | 20 Agustus 2019
HUT ke-74 RI, Yayasan Hemadhiro Mettavati Gelar Pesta Rakyat di Okura
Yayasan Hemadhiro Mettavati menggelar acara pesta rakyat bertajuk Mengenang.


Minggu | 18 Agustus 2019
Pengurus Persaudaraan Marga Zhang Riau Resmi Dilantik
Persaudaraan Marga Zhang Riau masa bhakti 2019-2022 yang diketuai Robert Iwan.


Minggu | 18 Agustus 2019
Sambut HUT Kemerdekaan RI, Muda-Mudi IKTS Gelar Berbagai Lomba
Muda-mudi Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) menggelar.

Rubrik : hukum
BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi
Editor : Red | Penulis: Bambang
Kamis , 21 Maret 2019
Bea Cukai Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan satwa dilindungi senilai Rp3 miliar. (Bambang)

DUMAI - Bea Cukai (BS) Dumai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa yang dilindungi di Terminal Ro-Ro Bandar Sri Junjungan Kota Dumai, Kamis (21/3) sekira pukul 12.30 WIB.

Sebanyak 38 ekor burung terdiri dari burung cendrawasih, kaka tua raja hitam dan rangkong serta dua ekor  primata jenis owa senilai Rp3 miliar berhasil diamankan tim BC Kota Dumai. Tim BC Dumai juga berhasil mengamankan empat tersangka yang akan menyelundupkan satwa dilindungi ke Malaysia.

Kepala BS Kota Dumai, Fuad Fauzi mengatakan, pengungkapan ini berdasarkan informasi masyarakat bahwa akan ada kegiatan penyelundupan satwa yang dilindungi dari Lampung yang akan dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Dumai.

"Berdasarkan informasi tersebut tim seksi penindakan dan penyidikan KPPBC TMP B Dumai melakukan koordinasi dengan POM AL untuk melakukan kegiatan penindakan bersama," katanya saat menggelar konferensi pers bersama wartawan di Kantor BC Dumai, Kamis (21/3).
Konferensi pers itu dihadiri Kapolres Dumai, AKBP Restika P Nainggolan SIK, Dandim 0320/Dumai, Letkol Inf Horas Sitinjak dan tamu undangan lainnya.

Dijelaskan Kepala BC, pada pukul 11.00 WIB tim KPPBC TMP B Dumai bersama POM AL mendapat informasi bahwa 2 (dua) unit mobil yang diduga mengangkut satwa dilindungi telah memasuki Kota Dumai dan akan melakukan penyeberangan dari Dumai ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis melalui terminal Roro Bandar Sri Junjungan Dumai.

Atas informasi tersebut selanjutnya Tim Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai dan POM AL Dumai bergerak menuju ke Terminal Roro Bandar Sri Junjungan dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda empat yang sedang antri untuk naik ke kapal Roro.

Berdasarkan ciri-ciri dari informasi yang diperoleh sebelumnya Dari hasil pemeriksaan ditemukan 2 (dua) unit mobil Suzuki APV dengan nopol B 1471 WKO dan mobil Toyota Avanza Nopol BE 1080 EP yang bermuatan satwa-satwa dilindungi dan mengamankan 4 orang yang diduga mengangkut satwa dilindungi tersebut.

"Modusnya, pelaku mengangkut satwa dilindungi dengan menggunakan mobil minibus yang sudah dimodifikasi. Satwa-satwa diduga akan diselundupkan ke Malaysia dengan menggunakan speedboat," katanya.

Fuad Fauzi menyebut perkiraan nilai barang Rp3 miliar. Potensi kerugian negara immaterial akibat perdagangan ilegal satwa liar mengancam kepunahan dan mengakibatkan kerusakan ekosistem. Pelaku diduga melanggar Pasal 21 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo. Pasal 102A UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2006.

"Saat ini masih dilakukan penelitian dan persiapan untuk dilimpahkan ke BKSDA Dumai. Pelaku akan diperiksa terlebih dahulu," katanya.

Muhammad Zanir selaku Kepala Seksi Konservasi wilayah IV BKSDA Riau menambahkan, BKSDA akan membawa satwa ini ke Pekanbaru dan selanjutnya akan dilepaskan ke alamnya. (Bambang) 




Berita Lainnya