Jumat | 05 Juni 2020
IKTS Jalin Kerjasama Dengan RS Mata PBEC
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) menjalin Memorandum.


Sabtu | 23 Mei 2020
Marga Zhang Riau Salurkan Sembako Lewat Koramil dan Polsek Senapelan
Membantu warga terdampak Covid-19 atau virus corona dilingkungan sekitar,.


Kamis | 21 Mei 2020
Tionghoa Peduli dan Pimpinan DPRD Pekanbaru Salurkan Sembako
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menyalurkan 200 paket sembako.

Rubrik : huawen
Tradisi Ritual Cheng Beng di Selatpanjang Dibatalkan
Editor : wisly | Penulis: Ali
Rabu , 25 Maret 2020
Foto bersamausai rapat. i

SELATPANJANG - Pelaksanaan tradisi ziarah kubur, atau dikenal dengan istilah Cheng Beng di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti akhirnya dibatalkan.

Pembatalan ritual yang dianggap sakral bagi warga Tionghoa itu setelah Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi bersama pimpinan Ormas Tionghoa melakukan rapat bersama di Kantor Camat Tebingtinggi, Selasa (24/3/2020) sore.

Adapun Ormas Tionghoa yang hadir, di antaranya pengurus PSMTI, YSUBB, Tri Dharma, dan YPM.

Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi SH mengatakan rapat bersama itu dilakukan untuk menindaklanjuti hasil rapat bersama Wakil Bupati.

Dikatakan Rayan, dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan ritual keagamaan Sembahyang Kubur (Cheng Beng) untuk tahun 2020 ditiadakan pelaksanaannya di pemakaman, dan untuk pelaksanaan ritual tersebut dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Sudah kita sepakati bersama bahwa pelaksanaan tradisi Cheng Beng atau sembahyang kubur bagi warga Tionghoa di pemakaman ditiadakan. Pelaksanaannya dilaksanakan di rumah masing-masing. Dan keputusan itu berdasarkan musyawarah mufakat dengan kesadaran sendiri dari masing-masing Ormas Tionghoa setelah pemerintah kecamatan menjelaskan perkembangan terkait Corona virus," kata Rayan Pribadi.

Selain itu, Rayan meminta warga Tionghoa yang berada diluar Kepulauan Meranti untuk tidak pulang dulu sampai berakhirnya Pandemi virus Corona.

"Dan untuk warga Tionghoa yang berada di luar wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menahan diri tidak pulang sementara waktu sampai berakhirnya pandemi Virus Corona ini," ujar Rayan.

Untuk diketahui tradisi ziarah kubur, dikenal dengan istilah Cheng Beng di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti menjadi momen bagi warga Tionghoa yang merantau keluar untuk pulang.*




Berita Lainnya