Jumat | 05 Juni 2020
IKTS Jalin Kerjasama Dengan RS Mata PBEC
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) menjalin Memorandum.


Sabtu | 23 Mei 2020
Marga Zhang Riau Salurkan Sembako Lewat Koramil dan Polsek Senapelan
Membantu warga terdampak Covid-19 atau virus corona dilingkungan sekitar,.


Kamis | 21 Mei 2020
Tionghoa Peduli dan Pimpinan DPRD Pekanbaru Salurkan Sembako
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menyalurkan 200 paket sembako.

Rubrik : etalase
Drs.H Muchlis Muin, M.Pd
Wisudawan Tertua UIN Suska, Lulus Usia 68 Tahun
Editor : saparudin | Penulis: sp
Jumat , 27 Maret 2020
Drs H Muchlis Muin, M.Pd saat wisuda UIN Suska Pekanbaru, kamis (12/3/2020) lalu. Pensiunan PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) ini menamatkan pendidikan S2 pada usia 68 tahun.

PEKANBARU-'Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga liang lahat' pepatah ini begitu mengena di hati Drs H Muchlis Muin, M.Pd. Baginya belajar tak mengenal usia, ini dibuktikan pada usia yang ke-68 tahun, kakek dari 20 cucu ini berhasil menamatkan pendidikan Strata Dua (S2) di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, dan menjadi wisudawan tertua saat diwisuda.

Buya, demikian pensiunan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ini dipanggil diwisuda bersama 800 lulusan lainnya pada Wisuda  Periode VII TA 2019/2020 UIN Suska, Kamis, 12 Maret 2020. Dia menyelesaikan pendidikan S2 Program Studi Pendidikan Agama Islam, 19 Desember 2019 lalu dengan IPK 3,7. Berhasil selesai selama 4 semester dengan thesis berjudul  Analisis Manajemen Pendidikan Islam Dalam Penbentukan Karakter Peserta Didik.

Bagi ayah tujuh anak ini, usia bukanlah halangan untuk terus belajar. Dia mengaku menikmati belajar selama 2 tahun di Program S2 UIN Suska. Di sana dia banyak mendapatkan ilmu baru sehingga terus mengasah otak dan pikirannya.

Walaupun selama masa studi diakui memiliki kelemahan dalam menjalani berbagai program aplikasi komputer, tapi dengan dukungan dari anak-anak dan keluarga serta bimbingan dosen pembimbing yang memadai, akhirnya ia dapat menyelesaikan seminar dan ujian akhir perkuliahannya dengan baik dan tepat waktu.

Di usianya yang tak lagi muda, pria kelahiran Painan, 7 Maret 1952 ini tetap semangat menggeluti masa studinya. Dia mengaku selalu hadir lebih awal dan mengambil posisi duduk dibagian paling depan. Bahkan semua tugas-tugas yang diberikan dosen pengajar kepadanya selalu diselesaikannya lebih awal. "Rasanya senang, dukanya tidak ada karena memang tertarik mengembangkan di bidang tersebut dan berada di lingkungan yang baik," ujar suami Hj. Yarniati Munap ini.

Muchlis Muin mengakui, budaya kerja yang didapatkannya di Chevron selama puluhan tahun yakni budaya selamat, disiplin, fokus dan kerja keras juga sangat membantunya mempercepat penyelesaian study. "Selama di Chevron saya dibekali budaya kerja yang baik, ini selalu terpakai baik saat bekerja, maupun setelag pensiun," katanya.

Keputusannya untuk melanjutkan perkuliahannya ini juga didukung oleh pihak keluarga dan diharapkan dapat menjadi inspirasi agar menuntut ilmu tanpa memandang umur. "Dukungan terbesar dari anak-anak saya, mereka terus mendorong dan membantu saya menyelesaikan pendidikan ini," imbuhnya.

Anggota Persatuan Mubalig Duri (Permuri) 1976-2008 ini berkeinginan untuk menyebarkan ilmu yang telah ia dapatkan ke orang lain. H Muchlis Muin saat ini imam tetap dan aktif sebagai Pengurus Mushalla Ar-Razzak di lingkungan tempat tinggalnya. Baginya makin dikejar, dia merasa makin kekurangan ilmu, karena itu dia terus belajar baik secara formal, maupun informal. Bahkan sedang dipertimbangan untuk melanjutkan Program Doktor di UIN Suska Pekanbaru.
 
Kepada kalangan muda terutama mahasiswa, dia berpesan agar dapat mengembangkan diri yang didukung oleh karakter dan kemauan kerja yang tinggi."Mahasiswa belajarlah dengan sungguh-sungguh, gali ilmu dari dosen yang mengajar kita karena ilmu itu sangat bermanfaat saat bekerja dan menjadi bekal untuk mangarungi hidup agar selamat dunia wal akhirat,"katanya.

Kepada cucu-cucunya, Buya berpesan agar mengutamakan pendidikan, karena belajar itu adalah ibadah. "Utamakan belajar dan menuntut ilmu, dalam situasi dan kondisi apapun kita harus terus dan tetap belajar," katanya.

Terkait Corona Virus diseases 2019 (Covid-19) yang kini melanda dunia, Muchlis Muin berpesan menyerahkan hal itu pada ahlinya yakni pemerintah dan dokter yang terus berjuang memberantas penyebaran virus mematikan itu.

Sebagai rakyat dia berpesan agar berusaha mematuhi anjuran pihak terkait sembari terus beribadah dan berdoa kepada Allah SWT agar musibah itu dijauhkan dari negeri ini."Sembari terus beriktiar mematuhi anjuran pemerintah, teruslah berdoa dan Insya Allah akan diberi jalan keluar oleh-Nya," pungkas Juara  pertama Syarhil Alquran PT Chevron Duri Tahun 1994 ini.(kt4)

 

Nama      :Drs. H. MUCHLIS MUIN, M.Pd

  • TTL            : Painan 07 Maret 1952
  • Pekerjaan  : Pensiunan PT CPI (1974-2008)
  • Alamat       : Jalan Kubang Raya KM 1 Pekanbaru
  • Istri             : Hj. Yarniati Munap

Anak

  • Andarma Muryanti, S.Psi.Psi
  • dr. Muhammad Rifki
  • Aina Solimidas, S.Kep
  • Endang Hidayat, ST
  • drg. Uswatun Hasanah
  • Yuni Fithriyah, Amd.PK
  • Nadia Syukriyah

Cucu    : 20 orang
Pendidikan

  • SD No 3 Lakitan Painan Lulusan 1966
  • ST Negeri No 1 Kambang Painan Lulusan 1969
  • STM Negeri 1 Padang Lulusan thn 1972 
  • S1 IAIN Susqa Fak Tarbiyah Lulusan Th 1989
  • S2 Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Susqa Riau Lulusan Th 2019

Organisasi

  • PERMURI (Persatuan Mubaligh Duri) 1976-2008
  • BAKORISMA (Badan Kontak Remaja Mesjid)  Kec Mandau Duri 1979-1985
  • IKPS Painan (Ikatan Keluarga Pesisir Selatan) 1982-2002

Prestasi :

  • Siswa Berprestasi STM Negeri 1 Padang
  • Penghafal Terbaik 1  MTQ 2 Juz PT Chevron Thn 1993
  • Juara 1 Syarhil Alquran PT Chevron Duri Thn 1994




Berita Lainnya