Selasa | 21 Mei 2019
IKTS dan PB Bambu Kuning Undang Tuna Netra Buka Puasa Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) mengundang tuna.


Senin | 20 Mei 2019
Vihara Kwan Tee Kong Bio Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagikan 250 Paket Lebaran
Vihara Satya Dharma (Kwan Tee Kong Bio) Jalan Tanjung Katung, Kelurahan Umban.


Minggu | 19 Mei 2019
Sambut Idul Fitri, Marga Huang Bagikan Paket Sembako
Yayasan Marga Huang Pekanbaru membagikan 70 paket sembako kepada umat muslim.

Rubrik : otomotif | Senin , 25 Maret 2019
Melihat Pasar Otomotif Jelang Pemilu
Editor : wisly | Penulis: okezone
ilustrasi

JAKARTA - Jelang pesta demokrasi pemilihan umum yang akan berlangsung pada 17 April mendatang, akan berdampak pada penjualan mobil di Indonesia.

Seperti kondisi sebelumnya, penyelenggaraan pemilu akan mempengaruhi penurunan penjualan mobil baru meski beberapa bulan belakangan, banyak produsen yang sudah merangsang penjualan menggunakan peluncuran model terbaru maupun penyegaran produk.

Menurut Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, terdapat tiga poin utama yang mempengaruhi penjualan mobil secara nasional. Di antaranya faktor ekonomi, regulasi dan rangsangan produk.

Faktor ekonomi sendiri berpengaruh terhadap kondisi politik di dalam negeri, dimana akan banyak konsumen yang menahan untuk membeli mobil sambil menunggu kondisi perpolitikan yang berpengaruh langsung pada sektor ekonomi secara nasional.

"Faktor pertama, kondisi ekonomi baik di luar maupun dalam negeri di dalam negeri berpengaruh terhadap kondisi politik jelang pemilu. Jika kondisi ekonomi membaik minat dan daya beli masyarakat akan meningkat dan tentu berpengaruh pada penjualan kendaraan," ujar Donny di Jakarta.

Selain ekonomi pasar automotif Indonesia juga dipengaruhi terhadap regulasi pemerintah terkait kebijakan di Industri automotif yang berhubungan langsung terhadap strategi dan rencana produsen automotif dalam mengembangkan sebuah produk yang akan dipasarkan.

Hal yang sangat penting, lanjut Donny, yakni rangsangan produk, dimana produsen juga akan terus mengembangkan dan meluncurkan produk baru untuk menjaga minat daya beli masyarakat terhadap industri automotif nasional.

"Produsen juga berkewajiban untuk menghadirkan produk-produk terbaru untuk terus meningkatkan dan menjaga daya beli masyarakat, selain itu perlu pula program menarik yang juga berdampak pada minat besar konsumen membeli mobil," pungkasnya.*




Berita Lainnya