Sabtu | 23 Mei 2020
Marga Zhang Riau Salurkan Sembako Lewat Koramil dan Polsek Senapelan
Membantu warga terdampak Covid-19 atau virus corona dilingkungan sekitar,.


Kamis | 21 Mei 2020
Tionghoa Peduli dan Pimpinan DPRD Pekanbaru Salurkan Sembako
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menyalurkan 200 paket sembako.


Rabu | 20 Mei 2020
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan Raih Rekor MURI
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Rubrik : nasional
Turunnya Harga Minyak Dampak Covid-19
Pengusaha Jasa Penunjang Migas Minta Dukungan Pemerintah
Editor : wisly | Penulis: linda
Sabtu , 28 Maret 2020
Helfried Sitompul

PEKANBARU -  Pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) berdampak  pada berbagai bidang, tidak terkecuali penurunan harga minyak. Saat ini harga minyak terkoneksi sampai ke level US$ 23/bbls.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Penunjang  (APJP) Migas Indonesia,  Helfried Sitompul, mengatakan,  apabila kondisi ini berlangsung lama akan berdampak pada kelangsungan usaha sektor Jasa Penunjang Migas. Meski saat ini usaha itu tetap bekerja mempertahankan kelangsungan operasionalnya dengan mengikuti protokol yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai langkah untuk mengantisipasi merebaknya Covid 19.
   
Helfried Sitompul mengimbau kepada pemerintah melalui SKK Migas untuk mengingatkan kepada seluruh KKKS untuk tetap memberikan dukungan pada kondisi yang sulit ini. Khususnya memperhatikan proses pembayaran dilakukan tepat waktu.

"Perusahaan sangat membutuhkan cash flow untuk membayar upah pekerja dan persiapan THR. Apalagi sebagian pekerjaan dari KKKS sudah dilakukan dari rumah (Work From Home) dan tidak semua pembayaran dapat diproses secara sistim online," tegas Helfried Sitompul, Sabtu (28/3).

Selain itu, kata Helfried Sitompul,  APJP Migas Indonesia juga meminta apabila ada satu perusahaan jasa penunjang yang tidak dapat memenuhi kewajiban kontraknya akibat situasi Covid-19,  tidak dikategorikan sebagai wanprestasi atau dikenakan denda.

Dijelaskannya,  akibat tren negatif harga minyak dunia yang juga tertekan dari sisi kesimbangan supply dan demand imbas dari pembatasan aktivitas di luar dan gagalnya kesepakatan pembatasan kuota produksi minyak. APJP Migas Indonesia  juga meminta kepada SKK Migas untuk mengingatkan KKKS jangan buru-buru meninjau kontrak yang telah diperjanjikan dengan perusahaan jasa penunjang migas.

"Misalnya, mengurangi atua menegosiasi nilai kontrak atau mengurangi realisasi volume pekerjaan yang tentunya dapat berdampak pada pemulangan investasi peralatan  dan pengurangan tenaga kerja. Apabila hal ini terjadi tentunya akan berpotensi menimbulkan permasalahan baru," tutur Helfried Sitompul.*




Berita Lainnya