Sabtu | 23 Mei 2020
Marga Zhang Riau Salurkan Sembako Lewat Koramil dan Polsek Senapelan
Membantu warga terdampak Covid-19 atau virus corona dilingkungan sekitar,.


Kamis | 21 Mei 2020
Tionghoa Peduli dan Pimpinan DPRD Pekanbaru Salurkan Sembako
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menyalurkan 200 paket sembako.


Rabu | 20 Mei 2020
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan Raih Rekor MURI
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Rubrik : nasional
Ekonomi Lemah Imbas Corona, Sri Mulyani Beberkan 4 Sektor yang Paling Terancam
Editor : wisly | Penulis: okezone. com
Rabu , 01 April 2020
Menteri Keuangan

JAKARTA - Pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia 2020 akan berada di 2,3% bahkan minus 0,4%. Hal ini akan berdampak pada rumah tangga, UMKM, Korporasi dan sektor keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sektor Rumah tangga akan terkena dampaknya cukup besar. Hal ini dikarenakan konsumsi tidak lagi melakukan aktivitas.

"Maka konsumsi menurun cukup tajam," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Sementara itu, lanjutnya, UMKM tidak dapat melakukan kegiatan usahanya. Padahal ini harusnya menjadi safety net tapi mengalami dampak yang cukup besar.

"Karena adanya restriksi kegiatan ekonomi dan sosial yang mempengaruhi kemampuan UMKM yang biasanya secara bisa mengatasi kondisi," ujarnya.

Kemudian sektor korporasi, lanjutnya, akan mengalami gangguan aktivitas dalam perekonomian. Hal ini dikarenakan menurunnya kinerja bisnis.

"taddi ari supply chain, terus masuk keperdagangan, dan tentu dari sisi aktivitas dan revenu baik domestik dan ekspornya," ujarnya.

Pelemahan Korporasi, lanjutnya akan berdampak ke sektor keuangan. Perbankan dan perusahaan pembiayaan berpotensi mengalami persoalan likuiditas dan insolvency.

Di mana, peningkatan NPL atau langkah-langkah utuh membuat koorporasi pinjaman tetap mengalir, agar kredit tidak ditutup agar ekonomi tak macet," ujarnya.*




Berita Lainnya