Sabtu | 23 Mei 2020
Marga Zhang Riau Salurkan Sembako Lewat Koramil dan Polsek Senapelan
Membantu warga terdampak Covid-19 atau virus corona dilingkungan sekitar,.


Kamis | 21 Mei 2020
Tionghoa Peduli dan Pimpinan DPRD Pekanbaru Salurkan Sembako
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menyalurkan 200 paket sembako.


Rabu | 20 Mei 2020
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan Raih Rekor MURI
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Rubrik : pekanbaru
Manajemen PT SPP Kurangi Operasional Bus TMP
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Senin , 06 April 2020
Bus TMP Pekanbaru parkir di halaman kantor Walikota Pekanbaru.

PEKANBARU - Manajemen PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) terpaksa menghentikan operasional bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) akibat wabah virus corona yang semakin meluas.

"Wabah virus Corona sangat berdampak pada operasional bus TMP. Hampir separuh bus kita hentikan," kata Direktur PT Sarana Pembangunan Pekanbaru, Heri Susanto, Senin (6/4).

Heri mengatakan, total unit bus yang beroperasi biasanya mencapai 75 unit. Sejak wabah virus Corona ini, pihaknya hanya mengoperasikan 30 unit bus.
"Pelayanan TMP untuk beberapa rute sementara waktu  dihentikan," sebutnya.

Ia mengatakan, kebijakan pengurangan operasional bus TMP karena terjadinya penurunan jumlah penumpang hampir 70 persen. Pada hari biasa penumpang bus TMP bisa tembus 12 ribu orang per hari. Tapi kini paling banyak hanya sekitar 2 ribu penumpang per hari.

Jika dipaksa armada bus TMP dioperasikan penuh, akan percuma karena penumpang sepi. Selain mengurangi armada, manajemen juga mengurangi waktu operasional bus TMP yang hanya sampai pukul 18.00 WIB. Sebelumnya sampai pukul 21.00 WIB.

Ada lima rute bus TMP yang ditutup untuk sementara waktu. Rute pelabuhan Sungai Duku-Jalan Sudirman, rute Tribakti-Pujasera Arifin Ahmad serta Pujasera-Puskesmas Simpang Tiga, rute Unilak-Palas dan rute Bandara-Awal Bros.

Adanya pengurangan operasional armada,  otomatis berdampak pada efisensi pramugara dan driver. "Pramugara dan driver tidak diberhentikan, namun jam kerja dikurangi," sebutnya.

Karena tambahnya ,dibagi dalam tiga kelompok, kerja satu hari libur 2 hari, dengan demikian juga praktis gaji yang diterima tidak bisa penuh.

"Kita harap permasalahan virus corona ini segera tuntas sehingga operasional bus TMP juga bisa kembali normal," katanya.*




Berita Lainnya