15 Zulqaidah 1441 H / Senin, 6 Juli 2020
Dampak Covid, Honor Guru Madrasah pun Dipangkas
bengkalis | Jumat, 29 Mei 2020
Editor : zulkarnain | Penulis :
Ketua PGM Bengkalis Ridwan Ahmad

BENGKALIS – Kebijakan Pemerintah yang mengamanatkan rasionalisasi hingga 50 persen terhadap anggaran belanja pada APBD 2020 juga berdampak kepada para guru honor madrasah. Honor yang mereka terima dikabarkan tidak lagi penuh karena sumber pembayaran honor melalui dana hibah juga dirasionalisasi.

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bengkalis, H Ridwan Ahmad, Jumat (29/5/2020). “Kita mendapatkan informasi anggaran untuk honor guru madrasah juga dirasionalisasi. Dampaknya sudah jelas, bisa jadi kita bernasib sama dengan honor Pemda,” ujar Ridwan.

Dikatakan, bisa jadi juga pembayaran tetap dilakukan hingga bulan Desember namun dengan jumlah yang diterima sudah tidak sama lagi dengan sebelum-sebelumnya. “Informasi yang berkembang honor semua guru madrasah dari segala tingkatan dipukul rata Rp500 ribu per bulan,” kata Ridwan lagi.

Sebelum-sebelumnya, sambung Ridwan, dari Januari hingga April 2020, pembayaran honor antar tingkatan sekolah berbeda-beda dimana untuk tingkatan Aliyah memperoleh honor Rp850 ribu per bulan. Kemudian Tsanawiyah sebesar Rp800 ribu perbulan, MI sebesar Rp750 ribu per bulan dan terendah MDTA sebesar Rp700 ribu per bulan. “Terakhir kita menerima bulan Mei lalu untuk honor bulan April masih seperti biasa. Namun untuk honor bulan Mei dan seterusnya belum dapat info lagi apakah memang disamakan sebesar Rp500 ribu sebagaimana informasi yang  berkembang,” kata Ridwan.

Dikatakan, kebijakan Pemerintah khususnya Pemkab Bengkalis melakukan pemangkasan anggaran honor guru untuk penanganan Covid-19 dinilai kebijakan yang salah kaprah alias tidak tepat. Anggaran untuk penanganan Covid-19 tersebut intinya adalah untuk  membantu ekonomi masyarakat yang terdampak. Sementara guru honor juga merupakan bagian dari masyarakat yang terdampak.

“Aneh rasanya, anggaran diambil dari masyarakat yang seharusnya justru dibantu karena  mereka juga terdampak akibat wabah corona ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis melalui Sekretaris Disdik, Agusilfridimalis saat dikonfirmasi membenarkan kalau dana hibah untuk bantuan honor  guru madrasah ikut dirasionalisasi menyesuaikan dengan SKB 2 Menteri. Namun, dirinya belum bisa memastikan berapa anggaran yang dirasionalisasi karena DPA hasil rasionalisasi belum ia terima.

“Namun, untuk kekurangan honor guru madrasah ini seperti halnya honor pemda akan kita masukkan di APBD Perubahan 2020,” kata Agusilfridimalis melalui hubungan ponsel, Jumat (29/5/2020). (zul)




Artikel Terbaru
etalase, Jumat, 3 Juli 2020
Bermitra dengan Asian Agri, para petani sawit yang tergabung dalam.

hukum, Kamis, 2 Juli 2020
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut empat terdakwa kasus penyelundupan.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Hingga pekan ke-26 tahun 2020, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, umumkan bahwasanya Riau ada.

bengkalis, Kamis, 2 Juli 2020
Masyarakat Inhu sudah bisa mencetak sendiri Kartu Keluarga (KK),.

kampar, Kamis, 2 Juli 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto berharap program konvensi.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Mengingat pandemi Covid-19 belum usai, khususnya di Riau, Pemerintah.

politik, Kamis, 2 Juli 2020
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menggelar rapat pleno.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
SKK Migas dan Chevron luncurkan progran WFD.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Blok VI yang beroperasi di Kabupaten.

Otomotif