15 Zulqaidah 1441 H / Senin, 6 Juli 2020
Resensi Buku
Talang Mamak di Tepi Jalan
etalase | Jumat, 5 Juni 2020
Editor : saparudin | Penulis : -

TALANG MAMAK DI TEPI ZAMAN merupakan sebuah potret mutakhir atas situasi orang Talang Mamak di Indragiri Hulu, Riau. Selama berabad, komunitas adat ini hidup dalam kebiasaan dan ritual yang mereka yakini sebagai Langkah Lama. Mereka percaya, Allah Yang Maha Kuasa telah memerintahkan orang Talang Mamak untuk tetap hidup dalam kepercayaan Langkah Lama.

Pada 1930, V. Obdeyn menulis catatan bertajuk De langkah lama der orang Mamak van Indragiri. Catatan itu dipubikasikan dalam jurnal terbitan Masyarakat Seni dan Sains Kerajaan Bataviaasch di Jakarta/Batavia (Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen). Catatan Obdeyn menyingkap sisi kehidupan orang Talang Mamak secara
cukup lengkap.

Dia memberikan gambaran yang utuh terhadap situasi komunitas adat ini di
zaman tersebut, termasuk dongeng-dongeng tentang keturunan orang Talang Mamak, tata cara dan ritual adat, tatakelola sumberdaya alam dan hubungannya dengan Kerajaan Indragiri.

TALANG MAMAK DI TEPI ZAMAN memotret lebih dalam. Melalui pendekatan antropoligi yang bertutur, Penulis menjawab berbagai pertanyaan tentang sejauh mana orang Talang Mamak berhubungan dengan sumber-sumber kehidupan, termasuk lahan, hutan, sungai/danau/tasik,belukar serta fungsi-fungsi hayati yang ada di dalamnya.

Di bagian pertama, Penulis menuturkan deliniasi atas orang Talang Mamak. Hal ini penting untuk memberikan batasan bagi pembaca, siapa yang dimaksud dengan orang Talang Mamak.Di dalamnya juga menjelaskan tentang batin dan kebatinan, dua hal yang kadang membingungkan.

Selanjutnya, buku ini mengisahkan tentang sistem adat yang dianut orang Talang Mamak.Talang Mamak hidup dalam sebuah hierarki oligarki yang kental dan mengakar. Dengan sistem itu, ketimpangan kuasa tampak nyata di lapangan. Namun sistem ini juga memberikan dampak yang cukup berarti atas eksistensi mereka sebagai sebuah entitas budaya.

Orang Talang Mamak berkelindan dalam dinamika yang cukup rumit dan kompleks. Hal ini dimulai dari runut sejarahnya di masa lalu yang belum tuntas diperdebatkan. Kehadiran kerajaan Indragiri dimaknai orang Talang Mamak hanya sekedar penyambung syarak (agama).

Tapi bagaimana dengan pihak kerajaan sendiri? Perlu penelusuran lebih jauh tentang itu. Suma Oriental yang ditulis Tome Pires tahun 1515 tentu tak mengantarkan pemahaman yang cukup utuh atas kerajaan ini. Tak pula tuntas ketika itu dituliskan William Singletone dalam Old Ways-New Ways yang diterbitkan University of St. Andrews di Inggris pada 1998.

Selanjutnya, Buku ini mencoba menyigi soal-soal berkait tenure dan pengelolaan sumber daya alam. Pada titik ini, orang Talang Mamak terlihat kalah telak oleh cara licik para pendatang.

Obdeyn sesungguhnya telah menggambarkan situasi tersebut jauh hari sebelum perusahaan pemegang izin Hak Penguasaan Hutan (HPH) berkembang pada periode 1970-an. Catatan Obdeyn juga sudah ada jauh hari sebelum masuknya gelombang program transmigrasi,perkebunan besar kelapa sawit, serta penetapan kawasan hutan sebagai kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Tapi catatan itu agaknya tak sempat terbaca oleh orang Talang Mamak. Pada titik ini, sebuah kesadaran kolektif mesti muncul dari kalangan orang Talang Mamak sendiri. Yakni kesadaran akan pentingnya pendidikan. Kecuali itu, orang Talang Mamak juga mesti melakukan pembenahan struktur dan sistem adat. Dengan itu, Talang Mamak membentuk pondasi yang cukup kuat menatap masa depan, bukan malah tersungkur di tepi zaman.(est)

Judul     : TALANG MAMAK DI TEPI ZAMAN
Penulis : Syafrizaldi Jpang
ISBN     : 978-602-5013-84-3
Cetatan Pertama : Maret 2020

Penerbit  : AsM Law Office bekerjasama dengan Right Resources Initiative




Artikel Terbaru
etalase, Jumat, 3 Juli 2020
Bermitra dengan Asian Agri, para petani sawit yang tergabung dalam.

hukum, Kamis, 2 Juli 2020
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut empat terdakwa kasus penyelundupan.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Hingga pekan ke-26 tahun 2020, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, umumkan bahwasanya Riau ada.

bengkalis, Kamis, 2 Juli 2020
Masyarakat Inhu sudah bisa mencetak sendiri Kartu Keluarga (KK),.

kampar, Kamis, 2 Juli 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto berharap program konvensi.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Mengingat pandemi Covid-19 belum usai, khususnya di Riau, Pemerintah.

politik, Kamis, 2 Juli 2020
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menggelar rapat pleno.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
SKK Migas dan Chevron luncurkan progran WFD.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Blok VI yang beroperasi di Kabupaten.

Otomotif