12 Jumadil Akhir 1442 H / Selasa, 26 Januari 2021
Kukerta Integrasi UNRI
Pengembangan UMKM Keripik Tempe di Desa Koto Perambahan
kuansing | Kamis, 20 Agustus 2020
Editor : putrajaya | Penulis : Rls
Tim Kukerta Integrasi UNRI Desa Koto Perambahan. [ist]

Perambahan - Tim Kukerta Integrasi UNRI Desa Koto Perambahan melakukan pertemuan dengan ibu rumah tangga yang memiliki usaha bisnis rumahan kerupuk tempe, terkhusus di Dusun Perambahan untuk distribusi biasanya hanya dilakukan pada di sekitar dusun, untuk itu tim kukerta integrasi UNRI 2020 melakukan pengembangan Distribusi dan perbaruan kemasan yang lebih menarik dari sebelumnya, untuk disalurkan keluar daerah Kampar.

Produk kerupuk tempe di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar ini menjadi industri rumahan yang banyak dikelola oleh ibu rumah tangga secara individu. Dalam hal ini Mahasiswa/i kukerta Integrasi UNRI Desa koto Perambahan membentuk kelompok usaha bisnis rumahan kerupuk tempe yaitu terdiri dari dua (2) kelompok. Selama kegiatan berlangsung pertemuan di hadiri oleh Kepala Dusun Koto Perambahan Bapak Yusrianto S.Sos, dan Ibu RT 01 RW 01 Desa Koto Perambahan. Pertemuan ini dilaksanakan di posko Tim Kukerta integrasi UNRI Desa Koto Perambahan.

Kerupuk tempe biasanya di jual dalam bentuk yang sudah di goreng, dan di bungkus dengan plastik kecil dengan harga seribu rupiah, dan ada yang dalam bentuk mentah (belum di goreng) dengan harga Rp 40 ribu rupiah per kilo gram (kg), kerupuk dikemas ke dalam wadah plastik biasa yang di bakar dengan api lampu colok, hal ini tentu memiliki kekuranganya itu kualitas kerenyahan kerupuk akan dengan cepat hilang.

Dengan demikian, terdapatnya kekurangan dalam pengemasan tersebut, Tim Kukerta Unri Desa Koto Perambahan juga memperkenalkan pengemasan dengan alat kontak listrik, yang mana alat ini dapat lebih rapat hingga rasa tetap renyah dan tahan lama. Kemasan kerupuk tempe juga di lengkapi dengan stiker produk kerupuk tempe yang membuat kemasan lebihmenarikdarisebelumnya.

Selama ini pemasaran produk kerupuk tempe ini tak mengalami kendala. Kelompok usaha rumahan ini menitipkan produknya ke warung-warung kecil, rumah makan, pasar dan gerai lainnya, atau dibawa ketika ada acara pertemuan di tingkat desa, kecamatan, maupun tingkat kabupaten. Dengan pembaruan pengemasan ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi kerupuk tempe lebih banyak lagi, dan dapat meningkatkan ekonomi (pendapatan) masyarakat Koto Perambahan khususnya Dusun Perambahan. [rls]




Artikel Terbaru
hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Warga Desa Tanjung Gadang, Kelurahan Sijunjung, Kabupaten Sawalunto,.

inhu, Selasa, 26 Januari 2021
Sebanyak 4.080 vaksin Covid-19 tiba di Indragiri Hulu (Inhu) dengan.

kampar, Selasa, 26 Januari 2021
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menyerahkan ambulance untuk.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji.

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 di lingkungan.

potensa, Selasa, 26 Januari 2021
Labersa Garden Inn Hotel & Resort mengadakan promo kamar mulai dari.

rohul, Selasa, 26 Januari 2021
Kantor Desa Sungai Salak di Kecamatan Rambah Samo diduga sengaja.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Tim Jatanras Polres Inhu meringkus dua pelaku judi jenis Totol Gelap.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Otomotif

Minggu , 24 Januari 2021