12 Jumadil Akhir 1442 H / Selasa, 26 Januari 2021
Jeruk Nipis Bantu Tingkatkan Perekonomian Saat Pandemi Covid-19 di Kuansing
kuansing | Jumat, 11 September 2020
Editor : wisly | Penulis : rls/wsl
Penyerahan secara simbolis bibit jeruk kepada petani dua Desa di Kabupaten Kuansing beberapa tahun lalu

TELUK KUANTAN – Jeruk nipis dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di dua desa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Melihat peluang tersebut, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memberikan bantuan bibit jeruk nipis sebanyak 1.510 batang ke Desa Rambahan, Kecamatan Logas Tanah Darat dan 1.610 batang ke Desa Koto Inuman, Kecamatan Inuman, Kuansing, Provinsi Riau.

Kepala Desa Rambahan, Ali Nasri mengatakan melalui program budidaya buah jeruk nipis di desanya akan mampu menambah produksi komoditas ini di Kuansing sehingga daerah tersebut bisa menjadi sentra produksi jeruk nipis ke depannya.

“Alhamdulillah, kami senang sekali karena adanya jeruk nipis ini dapat meningkatkan perekonomian warga yang sekarang sedang menurun akibat pandemi COVID-19 ini. Kami juga berharap bisa memenuhi permintaan pasar jeruk nipis, khususnya di Kuansing,” tuturnya.

Bibit jeruk nipis tersebut diserahkan kepada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) Mitra Sejati di Desa Rambahan dan Koptan Subur Makmur Desa Koto Inuman. Untuk tahap awal, bibit-bibit tanaman tersebut akan ditanam di halaman pekarangan masing-masing.

Ketua Koptan Subur Makmur, Martunus mengatakan bantuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi para petani di daerahnya. Ia melihat peluang jeruk nipis bukan hanya untuk konsumsi rumah tangga, melainkan juga untuk industri minuman, kecantikan, dan kesehatan.

“Melalui binaan dari RAPP membuat kami menjadi percaya diri untuk mengembangkan dan menjadikan daerah kami menjadi sentra produksi jeruk nipis,” tuturnya.

Manajer Community Development (CD) RAPP, Binahidra Logiardi mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program One Village One Commodity (OVOC) di mana satu desa memiliki satu produk unggulan yang sesuai dengan jenis tanaman dan kondisi tanah yang ada di daerah itu, seperti jeruk nipis di dua desa ini.

“Program ini selaras dengan program Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia untuk melakukan pengembangan produk unggulan pedesaan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” katanya.

Program OVOC juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya nomor 1, 2 dan 4.

"Melalui program agribisnis ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperoleh hak setara mengakses sumber ekonomi, serta meningkatkan akses terhadap pendidikan," pungkasnya.*




Artikel Terbaru
hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Warga Desa Tanjung Gadang, Kelurahan Sijunjung, Kabupaten Sawalunto,.

inhu, Selasa, 26 Januari 2021
Sebanyak 4.080 vaksin Covid-19 tiba di Indragiri Hulu (Inhu) dengan.

kampar, Selasa, 26 Januari 2021
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menyerahkan ambulance untuk.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji.

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 di lingkungan.

potensa, Selasa, 26 Januari 2021
Labersa Garden Inn Hotel & Resort mengadakan promo kamar mulai dari.

rohul, Selasa, 26 Januari 2021
Kantor Desa Sungai Salak di Kecamatan Rambah Samo diduga sengaja.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Tim Jatanras Polres Inhu meringkus dua pelaku judi jenis Totol Gelap.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Otomotif

Minggu , 24 Januari 2021